Zulhas Dinobatkan sebagai Tokoh Integrasi Pangan Bali-Nusra di Ajang Bergengsi 2026
Badung — Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan mendapatkan pengakuan atas dedikasinya dalam membangun ketahanan pangan nasional. Beliau dinobatkan sebagai penerima penghargaan da
Badung — Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan mendapatkan pengakuan atas dedikasinya dalam membangun ketahanan pangan nasional. Beliau dinobatkan sebagai penerima penghargaan dalam kategori Tokoh Integrasi Rantai Distribusi Pangan Bali dan Nusa Tenggara pada ajang penghargaan bergengsi Bali-Nusra Awards 2026. Acara yang berlangsung di The Trans Resort Bali, Badung, pada Jumat (3/7/2026) tersebut turut dihadiri oleh berbagai stakeholder penting dari dunia bisnis, pemerintahan, dan sektor pertanian serta perhotelan.
Penghargaan prestisius ini diserahkan langsung oleh Chairman CT Corp, Chairul Tanjung. Mengingat jadwal yang padat, Zulkifli Hasan tidak dapat hadir secara langsung untuk menerima apresiasi tersebut. Sebagai representasi, Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian, Widiastuti, hadir di atas panggung untuk menerima piala dan sertifikat atas nama Menko Pangan yang juga akrab disapa Zulhas.
Apresiasi atas Kepemimpinan Strategis
Anugerah ini diberikan sebagai bentuk penghargaan terhadap kepemimpinan strategis Zulkifli Hasan dalam menyelaraskan potensi produksi dan kebutuhan konsumsi secara lintas provinsi di kawasan Bali dan Nusa Tenggara. Sebagai Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan dinilai telah berhasil menjembatani ekosistem pangan Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan pasar yang ada di Pulau Dewata.
"Keberhasilan integrasi ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antardaerah dapat menguatkan ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani serta pelaku usaha di wilayah Bali dan Nusra," demikian tertuang dalam keterangan resmi yang dihimpun Tim Redaksi Terdepan.id.
NTB dan NTT dikenal sebagai lumbung produksi strategis untuk sektor peternakan dan komoditas pertanian. Kedua provinsi ini memiliki potensi besar dalam menyediakan kebutuhan pangan berbasis sumber daya lokal yang melimpah, mulai dari daging sapi, kambing, hingga berbagai jenis sayuran dan buah-buahan. Di sisi lain, Bali berperan sebagai episentrum pariwisata internasional dengan daya serap pasar yang sangat tinggi terhadap berbagai produk pangan hasil bumi maupun olahan pangan berkualitas.
Melalui kebijakan yang ditempuh Zulkifli Hasan, rantai distribusi pangan dari sentra produksi di Nusa Tenggara menuju pusat konsumsi di Bali semakin terintegrasi dengan baik. Langkah ini diharapkan dapat menstabilkan pasokan pangan, mengendalikan inflasi, sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi para produsen di wilayah Nusra. Integrasi pangan antarwilayah ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan ketahanan pangan yang inklusif dan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia bagian timur.
Comments (0)