Zimbabwe Tangkap Pria Terkait Jaringan Perekrut Tentara Bayaran untuk Rusia

Harare, Terdepan.id — Aparat Kepolisian Kontraterorisme Zimbabwe menangkap dan mendakwa seorang pria berusia 36 tahun yang diduga menjadi penghubung utama dalam jaringan pengiriman warga negara set

Jul 08, 2026 - 05:17
0 0
Zimbabwe Tangkap Pria Terkait Jaringan Perekrut Tentara Bayaran untuk Rusia

Harare, Terdepan.id — Aparat Kepolisian Kontraterorisme Zimbabwe menangkap dan mendakwa seorang pria berusia 36 tahun yang diduga menjadi penghubung utama dalam jaringan pengiriman warga negara setempat untuk bergabung dengan kekuatan militer Rusia. Penangkapan terjadi saat tersangka sedang mengantarkan salah satu rekrutan ke sebuah terminal bus di Harare, yang rencananya akan diterbangkan melalui Afrika Selatan menuju Rusia.

Dokumen pengadilan yang diperoleh Terdepan.id mengungkapkan bahwa tersangka telah merekrut sedikitnya lima orang dengan modus tawaran pekerjaan bergaji tinggi di sektor konstruksi dan pertambangan di Rusia. Namun, investigasi lebih lanjut menunjukkan bahwa korban justru digiring untuk bertempur di garis depan dalam konflik yang masih berlangsung di Ukraina. Modus serupa telah terungkap dalam serangkaian laporan investigatif yang melacak jejak rekrutmen tentara bayaran dari berbagai negara Afrika, termasuk Nigeria, Tanzania, dan Zambia.

Skema ini biasanya dimulai dengan iklan daring di platform media sosial atau melalui agen perekrutan ilegal, yang menjanjikan upah hingga ribuan dolar AS per bulan serta akomodasi dan dokumen perjalanan gratis. Korban yang mayoritas berasal dari kalangan ekonomi lemah, kerap tidak menyadari bahwa mereka akan dijadikan kombatan setelah tiba di Rusia. Paspornya ditahan, pelatihan militer dasar diberikan secara paksa, dan kontrak kerja sipil diganti dengan kontrak militer tanpa persetujuan mereka.

"Tersangka berperan sebagai perantara utama. Dia mengatur transportasi, menyediakan dokumen perjalanan palsu, dan berkomunikasi langsung dengan jaringan internasional yang bermarkas di luar negeri," bunyi pernyataan penyidik dalam berkas perkara yang dikutip Terdepan.id.

Penangkapan ini menjadi yang pertama di Zimbabwe setelah munculnya tekanan diplomatik dan publik internasional atas dugaan keterlibatan negara-negara Afrika dalam konflik Rusia-Ukraina melalui jalur tentara bayaran. Bulan lalu, sejumlah organisasi hak asasi manusia mengeluarkan laporan yang menyebutkan bahwa lebih dari seribu warga negara Afrika telah ditipu dan dikirim ke medan tempur sejak eskalasi perang dimulai pada tahun 2022. Pemerintah Zimbabwe sendiri belum merilis angka resmi, tetapi mengakui pihaknya sedang menyelidiki beberapa laporan serupa yang diduga melibatkan sindikat lintas negara.

Tersangka dijerat dengan undang-undang antiterorisme dan perdagangan manusia, dengan ancaman hukuman maksimal dua puluh tahun penjara. Kepolisian Zimbabwe juga berkoordinasi dengan Interpol dan pihak berwenang di Afrika Selatan untuk melacak kemungkinan adanya korban lain yang sudah terlanjur diberangkatkan. Sementara itu, keluarga para rekrutan berharap proses hukum dapat membawa kepulangan anggota keluarga mereka yang masih berada di wilayah konflik.

Kasus ini menambah panjang daftar masalah keamanan transnasional yang dihadapi kawasan Afrika bagian selatan, di mana kemiskinan dan pengangguran membuat banyak warganya rentan terhadap tawaran pekerjaan palsu di luar negeri. Para analis keamanan menilai, jaringan perekrut kerap memanfaatkan celah di perbatasan dan koridor imigrasi di Afrika Selatan sebagai titik transit sebelum korban diterbangkan ke Moskow atau St. Petersburg. Kedutaan Besar Rusia di Harare belum memberikan pernyataan resmi terkait penangkapan ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
toni-kurniadi

Reporter Fintech. Reporter fintech dan pembayaran digital.

Comments (0)

User