Viral Bocah 8 Tahun di Serang Kecanduan Hirup Bensin, Pemerintah Siapkan Rehabilitasi

Serang — Sebuah rekaman video yang memperlihatkan seorang anak laki-laki berusia 8 tahun diduga kecanduan menghirup aroma bensin viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi di wilayah Kecamat

Jul 07, 2026 - 23:13
0 2
Viral Bocah 8 Tahun di Serang Kecanduan Hirup Bensin, Pemerintah Siapkan Rehabilitasi

Serang — Sebuah rekaman video yang memperlihatkan seorang anak laki-laki berusia 8 tahun diduga kecanduan menghirup aroma bensin viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi di wilayah Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten, dan langsung memicu respons cepat dari pemerintah daerah setempat.

Berdasarkan laporan yang dihimpun Terdepan.id, Kamis (2/6/2026), dalam rekaman tersebut terlihat sekelompok anak sedang berkumpul di sebuah gubuk atau pos ronda. Salah satu di antaranya, seorang bocah yang mengenakan baju berwarna kuning, tampak tak bisa lepas dari sebuah botol berisi cairan yang diyakini sebagai bensin. Botol dengan tutup yang telah terbuka itu terus berada dalam genggamannya, dan bocah tersebut berulang kali mencium aroma menyengat dari dalam botol.

Tingkah laku anak tersebut menunjukkan indikasi kuat adanya perilaku adiktif terhadap uap bensin, yang dikenal dengan istilah "ngelem bensin". Praktik ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kerusakan permanen pada sistem saraf, gangguan pernapasan, hingga risiko kematian mendadak akibat henti jantung.

Camat Turun Tangan, Pemerintah Rencanakan Rehabilitasi

Menanggapi video yang telah tersebar luas tersebut, Camat Tirtayasa langsung bergerak cepat mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait. Pemerintah Kabupaten Serang melalui dinas sosial dan instansi terkait berencana untuk segera merehabilitasi anak tersebut guna melepaskannya dari jerat kecanduan yang membahayakan.

"Kami telah menerima laporan dan melihat sendiri video yang beredar. Hari ini tim langsung turun ke lapangan untuk menemui keluarga anak tersebut dan melakukan asesmen. Rencananya, anak ini akan kami bawa ke pusat rehabilitasi agar mendapatkan penanganan medis dan psikologis yang tepat," ujar seorang pejabat terkait yang enggan disebutkan identitasnya.

Fenomena anak-anak yang kecanduan menghirup bensin atau lem sebenarnya bukan hal baru. Faktor lingkungan, minimnya pengawasan orang tua, serta tekanan ekonomi sering kali menjadi pemicu utama. Pemerintah daerah berharap kasus ini menjadi perhatian serius bagi semua pihak agar pengawasan terhadap aktivitas anak-anak dapat ditingkatkan, terutama di lingkungan yang rawan terhadap penyalahgunaan zat berbahaya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
grace-winata

Editor Investasi. Editor panduan investasi dan produk finansial.

Comments (0)

User