Jakarta – Kekeringan merupakan salah satu ancaman serius yang muncul saat musim kemarau berlangsung. Untuk menekan da

Merujuk pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana , kekeringan didefinisikan sebagai kondisi ketersediaan air yang jauh di bawah batas kebutuhan pokok, baik untuk hidup,

Jul 08, 2026 - 05:19
0 0
Jakarta  – Kekeringan merupakan salah satu ancaman serius yang muncul saat musim kemarau berlangsung. Untuk menekan da

Merujuk pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, kekeringan didefinisikan sebagai kondisi ketersediaan air yang jauh di bawah batas kebutuhan pokok, baik untuk hidup, pertanian, kegiatan ekonomi, maupun keberlanjutan lingkungan. Secara lebih spesifik, kekeringan pertanian adalah kekeringan yang melanda lahan budi daya tanaman pangan seperti padi, jagung, kedelai, dan komoditas lainnya yang tengah dibudidayakan.

Sebelum Kekeringan: Persiapan Dini

Mitigasi tahap awal bertujuan memperkuat ketahanan air sebelum kemarau panjang tiba. BNPB mendorong masyarakat dan pemerintah daerah untuk memperbanyak pembangunan embung, sumur resapan, dan penampungan air hujan di titik-titik rawan kekeringan. Konservasi daerah tangkapan air lewat penghijauan kembali hutan gundul juga menjadi langkah penting agar pasokan air tanah tetap stabil.

Selain itu, edukasi massal kepada warga, petani, serta pelaku usaha tentang pola hidup hemat air perlu digencarkan. Pemeriksaan berkala jaringan irigasi dan perpipaan dilakukan untuk memastikan tidak ada kebocoran yang justru memperparah krisis air saat puncak kemarau.

Saat Kekeringan Melanda

Ketika kekeringan sudah terlihat, fokus beralih pada pemenuhan kebutuhan darurat dan pemeliharaan sumber daya yang tersisa. Tim gabungan dari BNPB, BPBD, dan relawan biasanya langsung mendistribusikan air bersih menggunakan truk tangki ke desa-desa yang dilanda kekurangan air. Warga diimbau agar menggunakan air secara bijak, memprioritaskan konsumsi dan sanitasi pokok.

Di sektor pertanian, petani diajak beralih ke tanaman yang lebih tahan kering atau memanfaatkan mulsa untuk mengurangi penguapan. Pos kesehatan keliling perlu diaktifkan guna memantau munculnya penyakit yang sering menyertai musim kering, seperti diare dan infeksi saluran pernapasan.

Pasca-Kekeringan: Pemulihan dan Antisipasi

Setelah periode kering berakhir, BNPB menekankan pentingnya rehabilitasi lahan pertanian yang rusak melalui program perbaikan kualitas tanah dan reintroduksi varietas unggul. Sarana air bersih yang sempat terbengkalai—pompa, sumur, atau saluran irigasi—harus segera diperbaiki dan dimodernisasi agar lebih tahan menghadapi siklus kemarau berikutnya.

Evaluasi total terhadap kebijakan tata kelola air juga menjadi bagian dari mitigasi jangka panjang. Dari hasil pemetaan daerah rawan kekeringan, pemerintah daerah bisa menyusun rencana kontinjensi yang lebih matang. Upaya berkelanjutan ini, jika dijalankan secara konsisten, akan memperkecil kerugian dan melindungi ketahanan pangan warga saat ancaman kekeringan kembali datang.

“Ketersediaan air yang jauh di bawah kebutuhan hidup adalah definisi kekeringan sebagaimana diatur dalam UU Nomor 24 Tahun 2007. Karena itu, mitigasi sebelum, saat, dan sesudah kejadian harus menjadi agenda kolektif seluruh pihak,” jelas keterangan resmi BNPB yang dirilis di Jakarta.

Dengan menerapkan tiga fase mitigasi itu, risiko krisis air di musim kemarau bisa ditekan sekaligus memperkuat kesiapsiagaan nasional dalam menghadapi bencana hidrometeorologi yang diprediksi semakin sering terjadi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
grace-winata

Editor Investasi. Editor panduan investasi dan produk finansial.

Comments (0)

User