Trump Umumkan Pertemuan AS-Iran di Qatar, Tehran Bantah Negosiasi Langsung

Terdepan.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Iran telah mengajukan permintaan pertemuan dengan pihak Amerika yang akan diselenggarakan pada Selasa (30/6) di Doha, Qatar. Nam

Jul 08, 2026 - 05:17
0 0
Trump Umumkan Pertemuan AS-Iran di Qatar, Tehran Bantah Negosiasi Langsung

Terdepan.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Iran telah mengajukan permintaan pertemuan dengan pihak Amerika yang akan diselenggarakan pada Selasa (30/6) di Doha, Qatar. Namun, pengumuman ini langsung mendapat bantahan dari Tehran yang menegaskan tidak ada rencana negosiasi langsung dengan Washington, terutama terkait upaya mengakhiri konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan Trump disampaikan melalui akun resmi Truth Social miliknya pada Senin (29/6). Dalam unggahannya, Trump menulis bahwa permintaan pertemuan datang dari pihak Iran, tetapi ia tidak memberikan rincian mengenai siapa yang akan hadir mewakili kedua negara atau agenda resmi pembicaraan tersebut.

"Iran telah meminta pertemuan. Itu akan berlangsung besok (Selasa, 30/6) di Doha," tulis Trump.

Kabar ini mencuat hanya beberapa hari setelah Iran menggelar pembicaraan pertamanya dengan Oman yang berfokus pada pengelolaan Selat Hormuz. Pembicaraan itu menjadi yang pertama sejak kesepakatan damai antara AS dan Iran ditandatangani beberapa waktu lalu, dan terjadi di tengah momentum de-eskalasi ketika Washington dan Tehran bersepakat menghentikan rangkaian serangan yang sebelumnya sempat mengancam keberlangsungan perjanjian damai tersebut.

Selat Hormuz merupakan jalur perairan strategis yang menjadi lintasan utama pengiriman minyak dunia, sehingga stabilitasnya menjadi perhatian serius banyak negara. Keterlibatan Oman sebagai mediator dalam pembicaraan pengelolaan selat itu menunjukkan upaya diplomatik aktif di kawasan Teluk untuk meredakan ketegangan antara dua negara yang telah lama berseteru.

Meski demikian, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran langsung menampik klaim Trump tentang pertemuan langsung di Doha. Menurut sumber diplomatik yang dihubungi Terdepan.id, Tehran menegaskan bahwa komunikasi yang dilakukan selama ini hanya bersifat tidak langsung dan difasilitasi oleh pihak ketiga, tanpa ada rencana perundingan tatap muka dalam waktu dekat. Perbedaan narasi ini mencerminkan dinamika sensitif dalam hubungan bilateral yang kerap diwarnai manuver diplomasi publik.

Pengamat hubungan internasional menilai bahwa jika pertemuan langsung benar terjadi, hal itu akan menjadi langkah signifikan setelah periode panjang ketegangan militer dan ancaman serangan yang sempat memanas di berbagai titik konflik Timur Tengah. Namun, bantahan keras dari Tehran juga bisa menjadi sinyal keengganan domestik untuk terlihat terlalu akomodatif terhadap Washington di hadapan publik internal maupun sekutu regionalnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Qatar selaku tuan rumah yang disebut-sebut, maupun dari Gedung Putih di luar pernyataan Trump di media sosial. Sementara itu, saluran diplomatik multilateral terus bergerak untuk menjaga agar kesepakatan damai yang telah dicapai tetap berada di jalurnya, meskipun perang di Timur Tengah belum sepenuhnya mereda.

Terdepan.id akan terus memantau perkembangan ini dan menyajikan informasi terbaru seputar dinamika diplomasi AS-Iran serta dampaknya terhadap stabilitas kawasan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
olivia-hartono

Reporter Pasar Modal. Reporter saham, obligasi, dan emiten.

Comments (0)

User