9 BUMN Logistik Akan Berada di Bawah PT Pos Indonesia, Begini Rencananya
Jakarta, Terdepan.id – Peta bisnis logistik nasional akan segera berubah. Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Daud Joseph mengungkapkan secara terbuka rencana besar konsolidasi sejumlah perus
Jakarta, Terdepan.id – Peta bisnis logistik nasional akan segera berubah. Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Daud Joseph mengungkapkan secara terbuka rencana besar konsolidasi sejumlah perusahaan logistik milik negara ke dalam satu entitas yang terintegrasi. Langkah ini disebut sebagai babak awal pembentukan holding logistik yang akan dipimpin oleh PT Pos Indonesia.
Daud menjelaskan bahwa per 1 Juli 2026, tahap awal konsolidasi akan dimulai dengan bergabungnya tujuh perusahaan logistik pelat merah ke dalam PT Multi Terminal Indonesia (MTI). MTI akan menjadi kendaraan awal sebelum seluruh kepemilikan saham beralih sepenuhnya ke PT Pos Indonesia pada tahun 2027.
“Kami sedang menyusun fondasi untuk integrasi logistik nasional yang lebih efisien. Ini adalah bagian dari strategi besar untuk memperkuat daya saing logistik Indonesia di kancah global,” ujar Daud dalam keterangannya yang dilaporkan Terdepan.id, Sabtu (17/5/2026).
Ketujuh perusahaan yang akan bergabung dalam tahap awal tersebut berasal dari berbagai induk usaha. Mereka meliputi PT Multi Terminal Indonesia (MTI) dan PT Prima Indonesia Logistik (PIL) yang saat ini berada di bawah naungan Pelindo. Selanjutnya, ada PT Pos Logistik Indonesia (Poslog) yang merupakan anak usaha PT Pos Indonesia, serta PT Sarana Bandar Logistik (SBL) milik PT Pelni.
Tak hanya itu, konsolidasi juga mencakup PT KBN Prima Logistik (KPL) yang berada di bawah Danareksa, PT Varia Usaha Dharma Segara (VUDS) dari SIG, dan PT Krakatau Jasa Logistik (KJL) yang merupakan bagian dari grup Krakatau Steel. Dengan demikian, perusahaan-perusahaan logistik dari berbagai sektor strategis akan dilebur dalam satu komando.
Pada fase awal integrasi ini, struktur kepemilikan saham MTI akan terbagi menjadi tiga porsi utama. PT Pelindo akan memegang saham mayoritas sebesar 73 persen, sementara PT Pos Indonesia menggenggam 9 persen saham. Sisanya, 17 persen saham akan dimiliki secara bersama oleh lima perusahaan logistik lainnya yang bergabung.
Namun, struktur itu hanya bersifat sementara. Rencana lebih lanjut menunjukkan bahwa pada tahun 2027, seluruh saham perusahaan akan sepenuhnya berada di bawah kendali PT Pos Indonesia. Langkah ini menandai transformasi besar Pos Indonesia dari perusahaan pos tradisional menjadi induk usaha logistik nasional yang membawahi berbagai moda dan aset logistik strategis di Indonesia.
Comments (0)