Respons Luhut soal Asal-usul Duit Investor Patriot Bond Tidak Diganggu

Jakarta - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan memberikan tanggapan terkait kebijakan pemerintah yang tidak akan menelusuri asal-usul dana investor yang membeli surat utang Da

Jul 08, 2026 - 06:11
0 1
Respons Luhut soal Asal-usul Duit Investor Patriot Bond Tidak Diganggu

Jakarta - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan memberikan tanggapan terkait kebijakan pemerintah yang tidak akan menelusuri asal-usul dana investor yang membeli surat utang Danantara, termasuk Patriot Bond dan Merah Putih Bond. Luhut mengaku belum mengetahui secara rinci teknis kebijakan tersebut, namun ia meyakini pemerintah telah merumuskan langkah terbaik untuk kepentingan nasional.

Pernyataan itu disampaikan Luhut saat ditemui di kantor DEN, Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2026). "Saya nggak tahu ya detailnya, ini apakah mau seperti tax amnesty atau gimana, saya nggak ngerti. Tapi saya kira pemerintah sudah mikir baik-baik lah," ujar Luhut.

Luhut tidak menampik bahwa ia belum mendalami substansi kebijakan perlindungan terhadap investor kedua instrumen surat utang tersebut. Meski demikian, ia optimistis bahwa segala keputusan yang diambil oleh pemerintah telah melalui pertimbangan matang demi menjaga stabilitas ekonomi dan kepercayaan publik.

"Pemerintah pasti punya alasan kuat. Saya percaya semua sudah dihitung dengan cermat, termasuk dampaknya bagi penerimaan negara dan iklim investasi," tambahnya.

Patriot Bond dan Merah Putih Bond merupakan bagian dari instrumen pembiayaan yang dikelola oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Kedua surat utang tersebut dirancang untuk menjaring partisipasi masyarakat, termasuk diaspora, dalam mendukung pembiayaan proyek strategis nasional. Kebijakan pemerintah yang tidak akan mengganggu asal-usul dana investor ini diyakini bakal memicu minat lebih luas, terutama dari kalangan yang selama ini enggan melaporkan kekayaan secara penuh.

Sejumlah ekonom menilai langkah ini mirip dengan skema pengampunan pajak (tax amnesty) yang pernah diterapkan sebelumnya, di mana negara memberi ruang bagi dana-dana yang belum tercatat untuk masuk ke sektor resmi tanpa takut diusut. Namun Luhut mengaku tidak dapat memastikan apakah kebijakan itu akan dibalut dalam skema serupa. Ia hanya menekankan bahwa tujuan utamanya adalah memperkuat penghimpunan dana nasional untuk membiayai pembangunan.

Kantor DEN sendiri tengah intensif membahas berbagai kebijakan ekonomi strategis, termasuk optimalisasi instrumen pembiayaan inovatif seperti Patriot Bond. Hingga berita ini diturunkan, belum ada rincian resmi mengenai mekanisme perlindungan investor atau batasan nominal yang dapat ditanamkan tanpa penelusuran sumber dana.

Luhut berharap masyarakat tidak ragu berpartisipasi dalam skema ini. "Yang penting uangnya bisa dipakai untuk membangun Indonesia. Apalagi kalau dananya dari luar, kenapa tidak kita tarik masuk?" pungkasnya.

Laporan: Tim Redaksi Terdepan.id

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fahmi-reza

Reporter Startup. Reporter startup dan ekosistem pendanaan.

Comments (0)

User