Menteri ESDM Telusuri Penyebab Seretnya Pasokan Listrik

Terdepan.id, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan keheranannya setelah mendapati stok batu bara untuk pembangkit listrik PT PLN (Persero) menipis

Jul 08, 2026 - 06:11
0 0
Menteri ESDM Telusuri Penyebab Seretnya Pasokan Listrik

Terdepan.id, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan keheranannya setelah mendapati stok batu bara untuk pembangkit listrik PT PLN (Persero) menipis drastis di pertengahan tahun. Kondisi ini menjadi salah satu pemicu pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa beberapa waktu lalu yang meresahkan masyarakat dan dunia usaha.

Berdasarkan evaluasi langsung yang dilakukan Bahlil terhadap kinerja PLN, kebutuhan batu bara nasional untuk sektor kelistrikan sebenarnya telah terukur dengan terang. Dalam setahun, pembangkit-pembangkit milik PLN memerlukan pasokan sekitar 154 juta metrik ton batu bara. Angka itu bukan tiba-tiba muncul, melainkan sudah menjadi dasar perencanaan operasional tahunan.

Yang membuat Menteri Bahlil heran adalah realisasi pasokan tidak sejalan dengan jumlah yang semestinya tersedia. Melalui mekanisme kewajiban pasok pasar domestik atau Domestic Market Obligation (DMO), para eksportir batu bara diwajibkan menyetor sebagian produksinya untuk kebutuhan dalam negeri, termasuk listrik. Dari kebijakan itu, PLN semestinya bisa menggenggam pasokan hingga 180–190 juta metrik ton per tahun — jauh melampaui kebutuhannya.

“Dari total pasokan sebanyak itu, yang sudah benar-benar diterima PLN baru 141 juta metrik ton. Seharusnya dengan kuota DMO yang begitu besar, stok di pembangkit tidak kritis di tengah tahun seperti ini,” ujar Bahlil dalam keterangan yang dihimpun Terdepan.id.

Sisa pasokan yang belum diterima, menurut rencana, akan menyusul seiring dengan realisasi ekspor para pemegang izin tambang. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan keterlambatan pengiriman yang berimbas pada menipisnya cadangan di PLTU. Situasi ini memicu PLN terpaksa melakukan pemadaman bergilir karena sejumlah unit pembangkit kekurangan bahan bakar primer.

Bahlil menegaskan akan terus menelusuri akar masalah ini. Ia ingin memastikan tidak ada kesenjangan antara kewajiban DMO di atas kertas dengan pelaksanaannya di lapangan. Ia juga menyoroti perlunya perbaikan rantai pasok dan pengawasan distribusi batu bara untuk menjamin ketahanan listrik nasional, terutama di pulau dengan konsumsi terbesar seperti Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.

Hasil investigasi ini akan menjadi dasar revisi kebijakan jika ditemukan ketidakpatuhan atau kelalaian para pihak. Pasalnya, sistem kelistrikan nasional sangat sensitif terhadap fluktuasi pasokan batu bara yang merupakan sumber energi primer bagi lebih dari separuh pembangkit di tanah air.

Terdepan.id akan terus memantau perkembangan evaluasi ini dan langkah korektif yang akan diambil Kementerian ESDM bersama PLN guna mengembalikan keandalan listrik nasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
grace-winata

Editor Investasi. Editor panduan investasi dan produk finansial.

Comments (0)

User