Luhut Ingatkan Ancaman Middle Income Trap, Soroti Masa Kritis Bonus Demografi 2042
Jakarta, Terdepan.id — Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan peringatan serius mengenai risiko jebakan negara berpendapatan menengah atau middle income trap ya
Jakarta, Terdepan.id — Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan peringatan serius mengenai risiko jebakan negara berpendapatan menengah atau middle income trap yang membayangi Indonesia. Ia menegaskan bahwa ancaman ini menjadi nyata jika pertumbuhan ekonomi nasional gagal dijaga pada kisaran 5 hingga 6 persen hingga tahun 2028.
Dalam paparannya, Luhut mengaitkan langsung bahaya middle income trap dengan tenggat waktu berakhirnya bonus demografi yang dimiliki Indonesia. Berdasarkan perhitungannya, masa keemasan struktur kependudukan tersebut diperkirakan akan habis pada tahun 2042. Rentang waktu yang tersisa dinilai sangat krusial untuk melakukan akselerasi ekonomi.
"Kalau kita tidak tumbuh 5-6% sampai tahun 2028, itu saya bilang tadi, middle income trap kita masuk. Karena apa? Bonus demografi akan habis 2042. Jadi, masa emas kita yang kita sebut-sebut itu sebenarnya berbahaya kalau kita semua tidak kompak,"
Pernyataan tersebut disampaikan Luhut di Kantor DEN, Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2025). Ia mengingatkan bahwa potensi yang dimiliki Indonesia saat ini justru bisa berbalik menjadi bumerang jika tidak dikelola dengan sinergi yang solid. Luhut menekankan bahwa masa emas yang kerap digembar-gemborkan sejatinya rentan menciptakan bencana ekonomi bila seluruh pemangku kepentingan gagal bersatu.
Senada dengan peringatannya, Luhut menyerukan pentingnya persatuan dalam mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi. Ia menyoroti kebiasaan berdebat tanpa arah yang jelas justru akan menghambat upaya kolektif untuk mendorong pertumbuhan. Menurutnya, energi bangsa harus difokuskan pada pencarian jalan keluar, bukan larut dalam perbedaan pendapat mengenai akar masalah.
Situasi ini menempatkan Indonesia dalam posisi yang memerlukan terobosan kebijakan struktural. Tanpa pertumbuhan ekonomi yang konsisten dan tinggi, target untuk melompat dari status negara berpendapatan menengah menjadi negara maju akan sulit tercapai sebelum jendela bonus demografi tertutup sempurna pada dua dekade mendatang. Peringatan Luhut ini menjadi sinyal waspada bagi pemerintah dan seluruh elemen masyarakat untuk segera mengkonsolidasikan langkah pembangunan.
Comments (0)