Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) parkir di zona hijau pada penutupan perdagangan Kamis (25/6/2026). Indek
Berdasarkan data yang dihimpun Terdepan.id , IHSG sempat menyentuh level 5.864,00 di awal perdagangan, mengindikasikan bahwa tekanan jual masih membayangi. Namun, arah berbalik seiring masuknya mina
Berdasarkan data yang dihimpun Terdepan.id, IHSG sempat menyentuh level 5.864,00 di awal perdagangan, mengindikasikan bahwa tekanan jual masih membayangi. Namun, arah berbalik seiring masuknya minat beli yang kuat di sesi tengah hingga penutupan. Aliran dana investor domestik dan asing yang kembali masuk ke saham-saham unggulan menjadi motor utama penguatan indeks sore ini.
Volume perdagangan tercatat sebanyak 22,34 miliar unit saham dengan nilai transaksi mencapai Rp13,54 triliun. Tingginya frekuensi perdagangan—sebanyak 1.698.593 kali—menunjukkan partisipasi aktif pelaku pasar, termasuk investor ritel yang memanfaatkan momentum kenaikan. dari 537 saham yang menguat, sebagian besar berasal dari sektor barang konsumsi, keuangan, dan infrastruktur, yang mendapat sentimen positif pasca-rilis data penjualan ritel dan proyek strategis pemerintah.
Sentimen Domestik Dorong Reli
Penguatan IHSG tidak lepas dari membaiknya sentimen domestik menjelang rilis laporan keuangan semester pertama. Sejumlah emiten perbankan dan telekomunikasi mencatatkan kenaikan harga yang signifikan, mengerek indeks sektoral ke zona positif. Analis pasar modal yang dihubungi Terdepan.id menilai, kenaikan ini adalah respons pasar terhadap ekspektasi pertumbuhan ekonomi yang tetap resilien.
“IHSG menunjukkan sinyal penguatan yang valid. Hari ini level resistance 5.980 berhasil ditembus, dan jika volume pembelian bertahan, indeks berpotensi menguji 6.050 dalam beberapa hari ke depan,” ujar seorang analis dari Terdepan.id.
Selain itu, aksi akumulasi pada saham lapis dua juga turut menopang penguatan. Dari 537 saham yang mencatat kenaikan, mayoritas merupakan saham berkapitalisasi menengah yang selama ini terdiskon. Pergerakan ini menandakan bahwa selera risiko investor mulai meningkat, sejalan dengan stabilnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada kisaran Rp15.200.
Penguatan yang hampir menyentuh 2% ini menjadi catatan positif di akhir Juni, sekaligus menandakan bahwa IHSG masih memiliki ruang untuk melanjutkan reli. Dengan volume dan frekuensi yang tinggi, pasar menunjukkan likuiditas yang solid dan kepercayaan diri pelaku pasar terhadap prospek jangka pendek bursa saham Indonesia. Pengamat tetap merekomendasikan investor untuk mencermati saham-saham yang menjadi motor penguatan hari ini guna mencari peluang pada sesi perdagangan selanjutnya.
Comments (0)