Prabowo Nyatakan Kekaguman pada Modi, Buka Peluang Kerjasama Teknologi
Presiden Prabowo Subianto secara terbuka menyatakan kekagumannya terhadap Perdana Menteri India Narendra Modi dalam acara Indian Community Reception yang
Presiden Prabowo Subianto secara terbuka menyatakan kekagumannya terhadap Perdana Menteri India Narendra Modi dalam acara Indian Community Reception yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC). Pernyataan ini tidak sekadar basa-basi diplomatik; di balik gestur tersebut, tersimpan potensi besar bagi percepatan transformasi digital Indonesia melalui kemitraan strategis dengan negara yang telah menjelma sebagai raksasa teknologi global.
India di bawah kepemimpinan Modi telah berhasil membangun ekosistem digital yang masif. Dengan populasi lebih dari 1,4 miliar jiwa, India kini menjadi rumah bagi lebih dari 100 unicorn—startup bernilai di atas US$1 miliar—yang tersebar di sektor fintech, edutech, hingga healthtech. Infrastruktur digital seperti India Stack, yang mencakup identitas biometrik Aadhaar untuk 1,3 miliar warga dan sistem pembayaran real-time Unified Payments Interface (UPI), telah memproses lebih dari 12 miliar transaksi per bulan. Angka ini menjadikan India sebagai tolok ukur inklusi digital yang sulit ditandingi.
"Keberhasilan India bukan hanya pada teknologinya, melainkan pada arsitektur kebijakan publik yang menjadikan teknologi sebagai utilitas," ujar Dr. Andi Budiman, pengamat kebijakan digital dari Universitas Indonesia. "Indonesia bisa belajar banyak dari pendekatan India yang memadukan skala, kecepatan, dan keterbukaan."
Mengapa Kekaguman Ini Bisa Menjadi Katalis
Prabowo, yang dikenal memiliki visi besar pada kedaulatan teknologi dan kemandirian pangan, melihat sosok Modi sebagai pemimpin yang berhasil membawa lompatan digital secara inklusif. Sinyal ini mengindikasikan bahwa pemerintahan Indonesia ke depan akan semakin serius memanfaatkan jejaring bilateral untuk mempercepat agenda transformasi digital. Kerja sama konkret yang bisa langsung digulirkan antara lain: adopsi kerangka India Stack untuk memperkuat GovTech Indonesia, pengembangan artificial intelligence berbasis data lokal, serta pelatihan talenta digital melalui program Skill India yang telah melatih puluhan juta orang.
| Indikator Teknologi | India (2025) | Indonesia (2025) |
|---|---|---|
| Jumlah Unicorn | >100 | 15 |
| Transaksi Digital per Bulan | 12 miliar (UPI) | 800 juta (QRIS) |
| Populasi dengan Identitas Digital | 1,3 miliar (Aadhaar) | 200 juta (IKD/Dukcapil) |
| Lulusan STEM per Tahun | 2,5 juta | 300 ribu |
Data di atas menunjukkan celah yang justru bisa menjadi peluang kolaborasi. India membutuhkan pasar baru untuk solusi digitalnya, sementara Indonesia membutuhkan akselerasi know-how dan infrastruktur. Pertemuan ini bisa menjadi fondasi bagi "Digital Strategic Partnership" yang saling menguntungkan.
Langkah selanjutnya yang patut dinantikan adalah pembentukan kelompok kerja bersama di bidang teknologi informasi dan komunikasi, yang fokus pada interoperabilitas sistem pembayaran, open data, serta co-innovation di bidang agri-tech dan marine-tech. Dengan populasi muda yang melek digital dan ekonomi yang terus tumbuh, Indonesia memiliki semua bahan untuk mereplikasi lompatan digital ala India—asal diiringi kepemimpinan politik yang visioner dan kebijakan yang adaptif.
Comments (0)