Jakarta - Iran secara resmi memulai rangkaian prosesi pemakaman kenegaraan untuk pemimpin tertinggi yang wafat, Ayatollah Ali Khamenei. Upacara penghormatan terakhir ini dijadwalkan berlangsung selama enam hari dan akan melibatkan prosesi di dua negara sebelum jenazah dimakamkan.
Berdasarkan laporan televisi pemerintah Iran pada Sabtu pagi (4/7), rangkaian acara dimulai di Tehran dan akan berlanjut hingga ke Irak sebagai bagian dari perjalanan terakhir sang pemimpin spiritual
Berdasarkan laporan televisi pemerintah Iran pada Sabtu pagi (4/7), rangkaian acara dimulai di Tehran dan akan berlanjut hingga ke Irak sebagai bagian dari perjalanan terakhir sang pemimpin spiritual dan politik tersebut. Prosesi ini menjadi momen penting yang menyatukan duka dan semangat perlawanan di kalangan pendukung Republik Islam.
Ribuan Pelayat Padati Grand Mosalla
Suasana haru dan penuh semangat revolusioner menyelimuti halaman Grand Mosalla di ibu kota Tehran. Ribuan pelayat memadati area tersebut menjelang kedatangan peti mati Khamenei. Mereka tampak membawa spanduk-spanduk berwarna merah, yang dalam tradisi Syiah dan budaya politik Iran kerap diasosiasikan dengan seruan balas dendam dan perjuangan melawan musuh.
"Matilah Amerika" dan "Balas dendam, balas dendam" menjadi pekikan yang menggema di tengah kerumunan, menegaskan sikap konfrontatif yang tetap membara meskipun sang pemimpin telah tiada.
Kehadiran massa dalam jumlah besar ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh Khamenei dalam membentuk identitas perlawanan politik Iran, sebuah warisan yang tampaknya akan terus hidup bahkan setelah kepergiannya.
Prosesi Lintas Negara
Rencana pemakaman enam hari ini tidak hanya melibatkan Iran, tetapi juga mencakup prosesi di wilayah Irak. Langkah ini dianggap simbolis mengingat hubungan erat antara Teheran dan Baghdad dalam beberapa dekade terakhir, terutama melalui poros perlawanan yang dibangun oleh Iran di kawasan Timur Tengah.
Keikutsertaan Irak dalam rangkaian prosesi ini juga menegaskan posisi strategis negara tersebut dalam aliansi regional yang dipimpin oleh Iran. Para analis menilai bahwa pemakaman Khamenei akan menjadi ajang unjuk kekuatan politik dan militer bagi poros perlawanan yang telah lama menjadi tulang punggung kebijakan luar negeri Iran.
Petinggi Rusia Hadiri Pemakaman
Kabar kehadiran sejumlah tokoh penting internasional turut mewarnai prosesi ini. Salah satunya adalah petinggi Rusia yang menyatakan keyakinannya bahwa Iran akan keluar sebagai pemenang dalam konfrontasi melawan Amerika Serikat. Pernyataan tersebut disampaikan di sela-sela kehadirannya dalam upacara penghormatan terakhir bagi Khamenei.
Dukungan dari Moskow ini semakin menegaskan poros kerja sama yang terbentuk antara Iran, Rusia, dan sejumlah negara lainnya dalam menghadapi tekanan dari Barat. Prosesi pemakaman Khamenei pun tidak hanya menjadi momen duka, tetapi juga panggung diplomasi dan solidaritas politik tingkat tinggi.
Rangkaian acara selama enam hari ke depan diperkirakan akan terus dipenuhi dengan penghormatan, pidato-pidato politik, dan mobilisasi massa yang menunjukkan peta kekuatan baru di kawasan pasca-kepergian pemimpin tertinggi Iran tersebut.
Comments (0)