Jakarta — BRIN Umumkan Peluncuran Satelit Nasional di India Januari 2027

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memastikan satelit buatan dalam negeri akan segera mengangkasa. Lembaga riset negara itu menetapkan India sebagai l

Jul 08, 2026 - 03:22
0 0
Jakarta — BRIN Umumkan Peluncuran Satelit Nasional di India Januari 2027

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memastikan satelit buatan dalam negeri akan segera mengangkasa. Lembaga riset negara itu menetapkan India sebagai lokasi peluncuran, dengan jendela waktu yang sudah dikunci pada Januari 2027. Keputusan ini menandai babak baru kemandirian teknologi antariksa Indonesia, setelah sebelumnya lebih banyak bertumpu pada satelit impor atau proyek patungan.

Rentetan Persiapan Menuju Orbit

Perjalanan satelit ini ke landasan peluncuran tidak terjadi dalam semalam. BRIN telah merangkai tahapan teknis dan diplomatik yang panjang. Berikut kronologi utamanya:

  1. Perakitan dan integrasi muatan (2025–2026) — Insinyur BRIN menyelesaikan perakitan satelit di fasilitas integrasi nasional. Seluruh komponen kritis, termasuk sensor optik dan subsistem telemetri, menjalani pengujian termal-vakum dan getaran untuk mensimulasikan kondisi luar angkasa.
  2. Pemilihan wahana peluncur (pertengahan 2026) — India dipilih sebagai negara peluncur setelah melalui kajian teknis dan komersial. Kendaraan peluncur yang akan digunakan berasal dari keluarga Polar Satellite Launch Vehicle (PSLV) milik Indian Space Research Organisation (ISRO), yang telah terbukti andal dalam misi multi-satelit.
  3. Pengiriman satelit ke pelabuhan antariksa India (akhir 2026) — Satelit dikirim dalam kontainer bertekanan dan pengatur suhu menuju Satish Dhawan Space Centre di Sriharikota. Tim teknis BRIN akan menyertai proses integrasi akhir dengan adaptor kendaraan peluncur.
  4. Penetapan jendela peluncuran (awal 2027) — BRIN mengonfirmasi slot peluncuran pada Januari 2027, menyesuaikan orbit target dan ketersediaan wahana PSLV. Jika tidak ada anomali cuaca atau teknis, satelit akan melesat ke orbit rendah Bumi (LEO) pada bulan tersebut.

Misi dan Relevansi Strategis Satelit

Meskipun detail spesifikasi teknis belum diungkap penuh, satelit ini digadang-gadang membawa misi pengamatan Bumi. Data yang dikumpulkan akan mendukung pemantauan lingkungan, tata ruang wilayah, serta mitigasi bencana — sektor-sektor yang menjadi prioritas nasional. Dengan menempatkan satelit buatan sendiri di orbit, Indonesia tak hanya menghemat devisa, tetapi juga membangun basis rekayasa yang akan mempercepat pengembangan satelit-satelit berikutnya.

Pemilihan India sebagai mitra peluncuran bukanlah tanpa alasan. Biaya peluncuran PSLV dikenal paling kompetitif di kelasnya, dan ISRO memiliki rekam jejak panjang dalam meluncurkan satelit asing. Sebelumnya, sejumlah satelit Indonesia — termasuk seri LAPAN — juga dilepas dari landasan yang sama. Infrastruktur pengujian dan integrasi di India turut memudahkan kolaborasi teknis ini.

Keberhasilan misi ini akan menjadi tonggak penting bagi BRIN. Pasalnya, satelit tersebut adalah hasil pengembangan mandiri yang melibatkan periset dari berbagai pusat riset. Jika sukses, Indonesia akan semakin mantap melangkah menuju era satelit generasi lanjut — termasuk satelit komunikasi orbit rendah dan konstelasi satelit kecil untuk Internet of Things (IoT).

Kini semua mata tertuju pada Januari 2027, ketika roket PSLV menyala dan membawa satelit merah putih ke angkasa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User