Terdepan.id, Jakarta - Aparat kepolisian dari Polres Metro Jakarta Timur terus menyelidiki kasus pelemparan bom molotov yang menyasar kediaman pengacara bernama Sulardi di kawasan Ciracas, Jakarta Timur. Hingga saat ini, tim penyidik tengah gencar melakukan penelusuran melalui rekaman closed-circuit television (CCTV) di sekitar lokasi kejadian untuk mengidentifikasi dan memburu pelaku yang masih buron.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Timur, AKP Made Budi, membenarkan bahwa pemeriksaan rekaman CCTV menjadi salah satu langkah prioritas dalam upaya pengungkapan kasus ini. "Iya, tentu polisi melakukan

Jul 08, 2026 - 04:34
0 0
Terdepan.id, Jakarta - Aparat kepolisian dari Polres Metro Jakarta Timur terus menyelidiki kasus pelemparan bom molotov yang menyasar kediaman pengacara bernama Sulardi di kawasan Ciracas, Jakarta Timur. Hingga saat ini, tim penyidik tengah gencar melakukan penelusuran melalui rekaman closed-circuit television (CCTV) di sekitar lokasi kejadian untuk mengidentifikasi dan memburu pelaku yang masih buron.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Timur, AKP Made Budi, membenarkan bahwa pemeriksaan rekaman CCTV menjadi salah satu langkah prioritas dalam upaya pengungkapan kasus ini.
"Iya, tentu polisi melakukan pengecekan CCTV di lokasi tersebut," ujar AKP Made Budi saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (4/7/2026).
Berdasarkan laporan yang dihimpun Terdepan.id, peristiwa pelemparan bom molotov tersebut diduga dilakukan oleh dua orang tak dikenal yang mengendarai sepeda motor secara berboncengan. Dugaan ini diperkuat oleh keterangan dua orang saksi yang telah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Metro Jakarta Timur. Kedua saksi ini diyakini melihat langsung aksi pelemparan itu sebelum para pelaku tancap gas melarikan diri dari lokasi. AKP Made Budi menjelaskan bahwa keterangan para saksi sangat penting untuk merekonstruksi kejadian. "Polisi telah memeriksa dua orang saksi. Berdasarkan keterangan mereka, pelaku diduga berjumlah dua orang yang berboncengan sepeda motor," terangnya, seraya menambahkan bahwa identitas maupun peran masing-masing saksi masih belum dirinci untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Hingga berita ini diturunkan, motif di balik aksi pelemparan bom molotov tersebut masih menjadi teka-teki. Penyidik masih mendalami secara maraton apakah serangan ini berkaitan erat dengan profesi korban sebagai penasihat hukum yang mungkin sedang menangani kasus tertentu, atau justru dilatarbelakangi oleh perselisihan pribadi di luar ranah profesi. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, dan tingkat kerusakan pada bangunan rumah masih dalam proses pendataan oleh petugas identifikasi di lapangan. Selain menyisir rekaman CCTV, penyelidikan juga mencakup olah tempat kejadian perkara (TKP) secara menyeluruh. Tim Inafis Polres Metro Jakarta Timur dikerahkan untuk mengumpulkan barang bukti, termasuk sisa-sisa pecahan botol kaca, sumbu, dan sisa bahan bakar yang diduga digunakan dalam bom molotov. Polisi berharap rekaman CCTV dari rumah-rumah warga atau fasilitas umum di sepanjang Jalan Raya Ciracas dan gang-gang sekitarnya dapat memberikan petunjuk visual yang jelas mengenai ciri-ciri kendaraan, pelat nomor, dan ciri fisik pelaku, termasuk arah pelarian mereka. “Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, apabila memiliki informasi atau rekaman tambahan dari ponsel maupun CCTV pribadi yang dapat membantu pengungkapan kasus ini, agar segera menghubungi pihak kepolisian setempat atau langsung mendatangi Polres Metro Jakarta Timur,” tutup AKP Made Budi. Saat ini, kondisi di sekitar kediaman korban masih dipasangi garis polisi untuk memudahkan proses pengumpulan bukti dan mencegah kontaminasi TKP. Polisi menjamin akan mengusut tuntas kasus ini dan meminta seluruh elemen masyarakat untuk tetap tenang serta tidak terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
toni-kurniadi

Reporter Fintech. Reporter fintech dan pembayaran digital.

Comments (0)

User