Tawuran di Jalan Bomang Bogor Tewaskan Pelajar SMP, 2 Pelaku Ditangkap
Tajurhalang, Terdepan.id – Aksi tawuran antarremaja kembali memakan korban jiwa di wilayah Kabupaten Bogor. Seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) tewas setelah terlibat bentrokan di Jalan
Tajurhalang, Terdepan.id – Aksi tawuran antarremaja kembali memakan korban jiwa di wilayah Kabupaten Bogor. Seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) tewas setelah terlibat bentrokan di Jalan Raya Bojonggede-Kemang (Bomang), Kecamatan Tajurhalang, pada Minggu malam (21/6/2026). Dua orang pelaku berhasil diamankan pihak kepolisian setempat.
Kronologi Kejadian
Insiden berdarah tersebut terjadi sekitar pukul 21.30 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun Terdepan.id, dua kelompok pemuda saling serang menggunakan senjata tajam di tengah jalan. Akibatnya, seorang remaja yang diketahui masih duduk di bangku SMP kelas XI di wilayah Tajurhalang mengalami luka serius. Korban sempat dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan akibat luka bacok yang diderita.
Kapolsek Tajurhalang, Iptu Raden Suwito, membenarkan peristiwa tersebut saat dimintai konfirmasi. "Korban satu orang meninggal dunia dengan luka akibat senjata tajam. Korban merupakan pelajar SMP di wilayah kami," ujar Iptu Raden Suwito kepada Terdepan.id, Senin (22/6/2026).
Pelaku Ditangkap, Polisi Buru Pelaku Lain
Polsek Tajurhalang bergerak cepat dengan mengamankan dua orang pelaku yang diduga terlibat langsung dalam tawuran tersebut. Keduanya kini tengah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Tajurhalang. Sementara itu, polisi masih melakukan pengejaran terhadap sejumlah pelaku lain yang melarikan diri seusai kejadian.
"Kami sudah mengamankan dua orang pelaku dan masih mendalami peran masing-masing. Penyidikan terus kami lakukan, termasuk mengejar pelaku lain yang kabur. Kami juga sudah mengamankan barang bukti berupa senjata tajam dari lokasi," jelas Iptu Raden Suwito.
Hingga malam ini, pihak kepolisian belum mengungkap identitas lengkap para pelaku maupun motif di balik tawuran yang merenggut nyawa pelajar tersebut. Kapolsek menambahkan, pihaknya juga akan memanggil orang tua para pelaku untuk dimintai keterangan terkait pengawasan terhadap anak-anak mereka.
Keprihatinan Mendalam
Kabar duka ini sontak mengguncang keluarga korban. Isak tangis pecah saat jenazah tiba di rumah duka. Pihak sekolah tempat korban menimba ilmu pun belum memberikan keterangan resmi terkait musibah ini. Sementara itu, warga sekitar Jalan Raya Bomang mengaku resah dengan seringnya terjadi aksi tawuran di malam hari. Mereka berharap aparat keamanan dapat meningkatkan patroli dan memberikan efek jera kepada para pelaku agar wilayah Tajurhalang kembali kondusif.
Kapolsek mengimbau para orang tua untuk lebih waspada dan memperketat pengawasan terhadap aktivitas anak-anak mereka, terutama di luar jam sekolah. "Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk sekolah dan keluarga, untuk bersama-sama mencegah aksi tawuran pelajar yang sudah sangat meresahkan ini," tutup Iptu Raden Suwito. Terdepan.id akan terus memantau perkembangan kasus ini.
Comments (0)