Mendagri Cek BSPS di Kampung Nelayan Tanjung Ria Usai Kunjungi Skouw
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian melakukan peninjauan langsung terhadap pelaksanaan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di kampung nelayan Kelurahan Tanjung Ria,
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian melakukan peninjauan langsung terhadap pelaksanaan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di kampung nelayan Kelurahan Tanjung Ria, Kecamatan Jayapura Utara, Kota Jayapura, Papua. Kunjungan ini dilakukan setelah sebelumnya Mendagri mengecek perbatasan di Skouw, menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan pembangunan merata hingga ke pelosok wilayah timur Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, Tito tidak hanya melihat progres pembangunan rumah dari kejauhan. Ia menyusuri gang-gang sempit yang menghubungkan rumah-rumah panggung warga, sekaligus berdialog santai dengan masyarakat. Percakapan dengan warga mengungkap berbagai persoalan yang selama ini membayangi kehidupan mereka, mulai dari rumah yang reyot, jalan setapak yang keropos, hingga minimnya sarana air bersih. “Kami ingin memastikan program BSPS ini benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak positif bagi masyarakat pesisir,” ujar Tito seperti dirilis media Terdepan.id.
Kondisi Infrastruktur yang Memprihatinkan
Menurut laporan Terdepan.id, Mendagri mendapati akses jalan di kampung nelayan itu sangat rentan. Jalan papan yang menjadi tumpuan warga sehari-hari banyak yang lapuk, berlubang, bahkan beberapa bagian nyaris ambruk. Rumah-rumah panggung yang dihuni warga juga tampak ringkih, dengan dinding papan yang sudah keropos diterjang cuaca dan atap seng berkarat yang bocor saat hujan.
Kondisi itu diperparah oleh akses sanitasi yang terbatas. Hampir seluruh warga Tanjung Ria masih mengandalkan jamban darurat yang dibangun seadanya di atas air laut. Fasilitas air bersih pun harus dibeli dengan derigen dari sumber yang jaraknya cukup jauh. Yohana, seorang warga setempat, menyampaikan harapannya agar program perbaikan tidak hanya menyentuh unit rumah, melainkan juga menyediakan fasilitas MCK komunal dan sistem penyaluran air bersih yang layak. “Kami bersyukur ada perhatian, tapi kebutuhan kami lebih dari sekadar dinding dan atap baru,” tutur Yohana.
Tantangan Sampah dan Genangan Air
Masalah lain yang mencuat dalam peninjauan itu adalah pengelolaan sampah. Tumpukan sampah rumah tangga memenuhi kolong rumah panggung dan mencemari pesisir. Saat hujan turun deras, air laut pasang bercampur sampah menyebabkan genangan yang tak hanya menimbulkan bau tak sedap, tetapi juga menjadi sarang penyakit demam berdarah dan diare. Mendagri menilai persoalan ini tidak bisa diabaikan karena berpotensi mengancam kesehatan warga.
“Persoalan di sini bukan hanya soal rumah yang tidak layak, tapi juga perlu penataan kawasan yang lebih holistik. Sanitasi, drainase, dan pengelolaan sampah harus ditangani secara serius agar permukiman ini sehat dan berkelanjutan,” tegas Mendagri.
Berdasarkan data yang dihimpun Terdepan.id, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun ini mengalokasikan BSPS sekitar 500 unit rumah di Kota Jayapura, termasuk di kawasan Tanjung Ria. Meski sudah ada realisasi, efektivitas program ini masih perlu evaluasi, terutama menyangkut skema swadaya masyarakat yang selama ini kerap terkendala biaya transportasi material dan keterbatasan lahan di pesisir.
Komitmen Tindak Lanjut
Menutup kunjungannya, Tito berjanji akan segera berkoordinasi dengan pemerintah kota dan provinsi, serta kementerian teknis, untuk memperbaiki kekurangan yang ditemukan. Ia juga menginstruksikan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman setempat untuk melakukan pendataan ulang penerima manfaat dan menyusun rencana penataan kawasan terpadu yang mencakup drainase, tanggul penahan abrasi, dan tempat pengelolaan sampah.
Warga Tanjung Ria menyambut antusias kehadiran Mendagri yang dianggap langka itu. Mereka berharap kunjungan ini bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi titik awal perbaikan kenyamanan dan mutu hidup di kampung nelayan yang selama ini seakan terpinggirkan. (Tim Terdepan.id)
Comments (0)