Korban Tewas Gempa Ganda Venezuela Tembus 3.535 Jiwa, Ribuan Masih Hilang

CARACAS — Angka korban jiwa akibat bencana gempa bumi ganda yang mengguncang Venezuela terus bertambah secara signifikan. Berdasarkan data resmi terbaru yang dihimpun Terdepan.id dari otoritas sete

Jul 08, 2026 - 04:44
0 0
Korban Tewas Gempa Ganda Venezuela Tembus 3.535 Jiwa, Ribuan Masih Hilang

CARACAS — Angka korban jiwa akibat bencana gempa bumi ganda yang mengguncang Venezuela terus bertambah secara signifikan. Berdasarkan data resmi terbaru yang dihimpun Terdepan.id dari otoritas setempat pada Selasa (7/7/2026), jumlah korban tewas kini mencapai 3.535 orang. Angka ini melonjak tajam seiring dengan terus berlangsungnya proses evakuasi dan identifikasi di tengah puing-puing bangunan yang rata dengan tanah.

Tragedi yang terjadi pada 24 Juni 2026 itu tidak hanya merenggut ribuan nyawa, tetapi juga meninggalkan luka mendalam bagi puluhan ribu warga lainnya. Pemerintah Venezuela mencatat sedikitnya 16.740 orang mengalami luka-luka akibat dua guncangan dahsyat yang terjadi secara beruntun. Skala kerusakan yang masif membuat proses pencarian dan penyelamatan berjalan lambat, sebab alat berat harus bekerja ekstra hati-hati di antara reruntuhan yang tidak stabil.

"Ribuan orang masih dilaporkan hilang," demikian keterangan resmi yang dikutip Terdepan.id. Lebih dari 17.000 warga kehilangan tempat tinggal dan kini berada di pengungsian darurat.

Kawasan yang paling parah terdampak adalah negara bagian La Guaira yang terletak di utara ibu kota Caracas. Wilayah pesisir ini menjadi titik episentrum kehancuran, di mana seluruh lingkungan permukiman dilaporkan luluh lantak tak tersisa. Pemandangan di lokasi bencana sangat memilukan, dengan deretan bangunan yang ambruk menimpa penghuninya saat guncangan pertama terjadi. Belum sempat warga menyelamatkan diri, guncangan kedua menyusul dengan kekuatan yang hampir sama, memperparah tingkat kerusakan dan memerangkap lebih banyak korban di bawah reruntuhan.

Tim penyelamat dari dalam dan luar negeri terus berjibaku mencari tanda-tanda kehidupan di balik puing-puing beton. Namun, harapan untuk menemukan korban selamat semakin menipis seiring berjalannya waktu. Fokus operasi kini mulai bergeser pada pendataan korban meninggal, identifikasi jenazah, serta penanganan para penyintas yang trauma dan kehilangan tempat tinggal. Bantuan kemanusiaan terus mengalir, namun kebutuhan mendesak akan tenda, obat-obatan, dan air bersih masih sangat tinggi mengingat jumlah pengungsi yang begitu besar. Pemerintah setempat menyatakan masa tanggap darurat akan diperpanjang untuk memastikan seluruh korban terdampak mendapatkan penanganan yang memadai.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lidia-susanto

Editor Ekonomi Digital. Editor transformasi digital dan ekonomi digital.

Comments (0)

User