Kim Jong Un Serukan Percepatan Kekuatan Militer di Tengah Memanasnya Semenanjung Korea

Pyongyang, Terdepan.id – Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, secara terbuka menegaskan komitmen negaranya untuk mengakselerasi pengembangan kapabilitas militer secara menyeluruh. Pernyat

Jul 08, 2026 - 05:45
0 0
Kim Jong Un Serukan Percepatan Kekuatan Militer di Tengah Memanasnya Semenanjung Korea

Pyongyang, Terdepan.id – Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, secara terbuka menegaskan komitmen negaranya untuk mengakselerasi pengembangan kapabilitas militer secara menyeluruh. Pernyataan tegas ini disampaikan langsung oleh Kim dalam sebuah rapat pleno penting Partai Buruh Korea, yang berlangsung di ibu kota Pyongyang.

Dalam pidatonya, Kim menyoroti langkah Korea Selatan dan Amerika Serikat yang dinilai semakin agresif melakukan modernisasi angkatan bersenjata di kawasan. Menurutnya, aksi militer yang dilakukan Seoul dan Washington menjadi justifikasi kuat bagi Korut untuk segera meningkatkan kesiapan tempur. "Situasi keamanan yang semakin kompleks memaksa kami untuk tidak menunda lagi penguatan pertahanan nasional," demikian inti pernyataan Kim sebagaimana dikutip oleh laporan Terdepan.id dari sumber resmi partai.

"Kita tidak boleh tinggal diam melihat tetangga kita secara terbuka memperkuat persenjataan. Percepatan pengembangan militer adalah harga mati demi kedaulatan bangsa."

Ketegangan di Semenanjung Korea bukanlah hal baru. Secara teknis, kedua negara masih berada dalam status perang setelah konflik tiga tahun pada 1950–1953 hanya diakhiri dengan gencatan senjata, tanpa adanya perjanjian damai permanen. Kondisi ini menjadi akar dari rangkaian provokasi dan respons militer yang terus berulang selama puluhan tahun.

Di bawah kepemimpinan Kim Jong Un, Korea Utara terus melanjutkan pengembangan rudal balistik dan uji coba nuklir meskipun mendapat tekanan sanksi ekonomi dari PBB dan negara-negara besar. Dalam rapat pleno tersebut, Kim tidak secara spesifik menyebutkan jenis senjata baru yang akan dikembangkan, namun isyaratnya jelas bahwa program persenjataan strategis akan terus menjadi prioritas utama.

Para pengamat dari berbagai lembaga pemantau independen menilai langkah ini akan kembali memanaskan hubungan diplomatik di Asia Timur. Upaya dialog yang sempat terbuka di era sebelumnya kini terindikasi kembali meredup, seiring dengan meningkatnya latihan militer gabungan antara Korea Selatan dan Amerika Serikat yang berlangsung di perairan sekitar semenanjung.

Arah kebijakan Pyongyang ini sekaligus menjadi sinyal keras menjelang rangkaian pertemuan multilateral yang dijadwalkan dalam waktu dekat. Dengan penegasan sikap dari Kim Jong Un, jalan menuju denuklirisasi damai tampaknya akan semakin panjang dan penuh sandungan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
suwandi-tan

Editor Bisnis. Editor isu korporasi, M&A, dan sektor riil.

Comments (0)

User