Dolar AS Kembali Tekan Rupiah Dekati Rp 18.000

Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada awal perdagangan Rabu (1/7) pagi, setelah dolar Amerika Serikat (AS) melanjutkan penguatannya dan mendorong mata uang Garuda semakin dekat ke level psikologis

Jul 08, 2026 - 00:27
0 0
Dolar AS Kembali Tekan Rupiah Dekati Rp 18.000

Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada awal perdagangan Rabu (1/7) pagi, setelah dolar Amerika Serikat (AS) melanjutkan penguatannya dan mendorong mata uang Garuda semakin dekat ke level psikologis Rp 18.000. Berdasarkan data yang dihimpun Terdepan.id dari Bloomberg, pada pukul 09.05 WIB, dolar AS bertengger di level Rp 17.944, menguat 0,21% dibandingkan penutupan sebelumnya. Namun, hanya dalam hitungan menit, tekanan jual terhadap rupiah semakin besar, sehingga dolar AS melesat ke posisi Rp 17.975 pada pukul 09.10 WIB.

Sentimen Global Dominasi Pergerakan

Penguatan dolar AS yang menekan rupiah ini terjadi di tengah ekspektasi investor terhadap langkah moneter The Fed yang masih menjaga suku bunga tinggi. Data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan, termasuk sektor tenaga kerja dan manufaktur, menjadi katalis utama yang mendorong aliran modal kembali ke aset berdenominasi dolar. Kondisi ini menciptakan pola risk-off di pasar keuangan global, di mana investor cenderung melepas mata uang negara berkembang dan beralih ke dolar sebagai safe haven.

Meski demikian, pergerakan dolar AS terhadap mata uang utama dunia lain menunjukkan dinamika yang berbeda. Pada saat yang sama, dolar justru tercatat melemah 0,15% terhadap euro (EUR), mengindikasikan bahwa penguatan dolar tidak merata dan dipengaruhi perkembangan ekonomi kawasan lain. Pelaku pasar sedang mempertimbangkan meredanya inflasi di Eropa serta prospek pemulihan yang lebih stabil, sehingga memberi ruang bagi euro untuk bangkit tipis meskipun dolar menekan rupiah dan mata uang emerging market lainnya.

Bantalan Fundamental dan Langkah Stabilisasi

Posisi rupiah yang terus mendekati Rp 18.000 menjadi perhatian utama otoritas moneter. Terdepan.id memahami bahwa Bank Indonesia (BI) terus memantau pergerakan pasar dan siap melakukan intervensi jika volatilitas meningkat, termasuk melalui operasi moneter untuk menjaga pasokan valuta asing. Langkah ini diharapkan dapat meredam gejolak dan memberikan kepastian kepada pelaku usaha, khususnya importir yang paling langsung terpapar risiko pelemahan rupiah.

Di sisi lain, fundamental ekonomi domestik masih menjadi penopang penting. Surplus neraca perdagangan yang berkelanjutan, cadangan devisa yang memadai, serta pertumbuhan ekonomi yang stabil memberikan keyakinan bahwa tekanan terhadap rupiah tidak akan berlangsung tanpa kendali. Analis yang dikonfirmasi Terdepan.id menyebutkan, selama data-data tersebut tetap solid, rupiah memiliki peluang untuk kembali menguat dalam jangka menengah, meskipun dalam waktu dekat masih akan bergerak volatile mengikuti sentimen global.

Pelaku pasar disarankan untuk mencermati rilis data ekonomi AS berikutnya, termasuk laporan ketenagakerjaan dan sinyal dari The Fed, karena kedua hal tersebut akan sangat menentukan apakah dolar AS terus menekan rupiah atau justru membuka jalan bagi penguatan mata uang Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
toni-kurniadi

Reporter Fintech. Reporter fintech dan pembayaran digital.

Comments (0)

User