Hari Kedelapan, Petugas Terus Padamkan Api di TPA Jatiwaringin
Tangerang, Terdepan.id — Asap tebal berwarna putih keabu-abuan masih membumbung tinggi dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang
Tangerang, Terdepan.id — Asap tebal berwarna putih keabu-abuan masih membumbung tinggi dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Selasa (07/07/2026). Memasuki hari kedelapan, petugas gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, dan relawan terus berjibaku memadamkan api yang melahap gunungan sampah. Hingga berita ini diturunkan, titik api masih belum sepenuhnya dapat dikendalikan.
Kebakaran besar ini pertama kali dilaporkan pada Senin pekan lalu. Api dengan cepat merambat karena tumpukan sampah yang menggunung dan mengandung gas metana tinggi. Kondisi angin kencang dan cuaca panas turut mempercepat penyebaran. "Kami sudah mengerahkan seluruh armada yang ada, tetapi medan yang sulit dan tebalnya tumpukan sampah menjadi tantangan utama," ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tangerang dalam keterangannya.
Kronologi dan Penyebab Kebakaran
Menurut laporan di lapangan, titik api pertama kali terlihat di zona penimbunan sampah organik yang telah lama tidak diolah. Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh reaksi gas metana yang terakumulasi akibat proses dekomposisi, diperparah oleh suhu udara yang mencapai 35 derajat Celsius. Namun, tidak menutup kemungkinan ada faktor ulah manusia, seperti puntung rokok yang dibuang sembarangan. Investigasi lebih lanjut masih dilakukan oleh pihak berwenang.
Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai lebih dari tiga hektare dari total 20 hektare TPA. Api tidak hanya membakar sampah permukaan, tetapi juga merambat ke lapisan bawah yang menyulitkan proses pemadaman konvensional. Tim pemadam terpaksa menggunakan teknik penyiraman air bertekanan tinggi serta pengerukan material yang terbakar menggunakan alat berat.
Dampak Asap bagi Warga Sekitar
Asap pekat yang dihasilkan mengandung partikel berbahaya dan bau menyengat, mengganggu aktivitas ribuan warga di Kecamatan Jatiuwung dan sekitarnya. Sejumlah sekolah dasar di radius dua kilometer terpaksa meliburkan kegiatan belajar mengajar sejak hari ketiga kebakaran. "Anak-anak kami mulai mengalami batuk dan sesak napas. Kami berharap pemerintah segera menyelesaikan ini," keluh Nurhayati, warga Desa Jatiwaringin, saat ditemui di pengungsian sementara.
"Kami sudah mengerahkan seluruh armada yang ada, tetapi medan yang sulit dan tebalnya tumpukan sampah menjadi tantangan utama." — Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tangerang
Dinas Kesehatan setempat telah mendirikan posko kesehatan dan membagikan masker N95 secara gratis kepada warga. Hingga kini, tercatat puluhan warga mengeluhkan gangguan pernapasan ringan, sementara dua orang lansia harus mendapatkan perawatan intensif akibat penyakit paru obstruktif kronis yang kambuh.
Strategi Pemadaman dan Kendala di Lapangan
Lebih dari 120 personel dikerahkan dalam operasi pemadaman yang berlangsung 24 jam secara bergantian. Mereka dibantu empat unit mobil tangki air, dua unit eskavator, dan satu helikopter water bombing yang dipinjamkan oleh BNPB. Meski begitu, sumber air yang terbatas dan akses jalan yang sempit menghambat mobilitas armada besar. "Kami terpaksa membuat kolam penampungan air darurat di dekat TPA untuk mendukung operasi," jelas komandan lapangan.
Pihak pengelola TPA juga mulai membangun sekat bakar (fire break) untuk mencegah perluasan api ke zona lain yang masih aktif digunakan. Material sampah yang tidak terbakar terus dipindahkan menggunakan truk pengangkut ke area yang lebih aman. Upaya ini diharapkan dapat memutus rantai perambatan api dalam dua hari ke depan.
Harapan dan Langkah Pencegahan
Pemerintah Kabupaten Tangerang berjanji akan mengevaluasi sistem pengelolaan TPA untuk mencegah terulangnya insiden serupa. Wacana pemasangan pipa ventilasi gas metana serta peningkatan frekuensi pemadatan sampah menjadi prioritas jangka pendek. "Kejadian ini menjadi pelajaran berharga. Kami akan memperbaiki tata kelola sampah secara menyeluruh," ujar Bupati Tangerang dalam konferensi pers.
Sementara itu, warga berharap api dapat benar-benar padam sebelum akhir pekan, agar aktivitas kembali normal dan kualitas udara membaik. Hingga malam ini, kepulan asap masih terlihat dari kejauhan, menjadi pengingat bahwa perjuangan petugas di TPA Jatiwaringin belum usai.
(Laporan Redaksi Terdepan.id)
Comments (0)