Selebrasi Lionel Messi Saat Argentina Melawan Aljazair di Piala Dunia 2026
Los Angeles, 20 Juni 2026 — Tim nasional Argentina melanjutkan langkah gemilang di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan 3-1 atas Aljazair dalam la
Los Angeles, 20 Juni 2026 — Tim nasional Argentina melanjutkan langkah gemilang di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan 3-1 atas Aljazair dalam laga kedua Grup E di Stadion SoFi, Los Angeles, Sabtu dini hari WIB. Namun yang paling menyedot perhatian jutaan pasang mata di seluruh dunia bukanlah sekadar skor akhir, melainkan selebrasi penuh makna yang ditunjukkan sang kapten, Lionel Messi, setelah mencetak gol kedua bagi Albiceleste.
Messi, yang kini berusia 39 tahun, menjadi pusat perhatian sejak peluit awal dibunyikan. Gol pembuka Argentina datang dari sepakan kaki kiri sang megabintang pada menit ke-31, memanfaatkan umpan terukur dari Enzo Fernández. Selepas gol tersebut, Messi berlari ke sudut lapangan sambil mengepalkan tangan, disambut rekan-rekannya. Namun, momen yang benar-benar mencuri perhatian terjadi pada menit ke-58, saat La Pulga menggandakan keunggulan lewat tendangan bebas melengkung khasnya yang tak mampu dijangkau kiper Aljazair.
Selebrasi Penuh Simbol
Setelah gol kedua, alih-alih langsung merayakan bersama rekan setim seperti biasanya, Messi terdiam sejenak di depan papan iklan Stadion SoFi. Dengan tatapan lurus ke arah kamera, ia mengangkat tangan kanannya membentuk angka tiga, lalu menunjuk ke dada kirinya dan menunduk dalam diam selama beberapa detik. Gerakan itu sontak mengundang decak kagum penggemar yang memadati stadion berkapasitas 70.000 orang. Tak lama kemudian, terlihat beberapa pemain Argentina yang mendekat dan turut menirukan gestur sang ikon.
Gestur tersebut langsung memicu spekulasi tentang makna tersembunyi. Beberapa analis sepak bola di media sosial menyebutnya sebagai simbol penghormatan terhadap tiga dekade karier profesional Messi yang bersinggungan langsung dengan Piala Dunia, atau tafsir lain mengaitkannya dengan dukungan untuk isu sosial tertentu. Namun, apa pun artinya, selebrasi itu menjadi salah satu momen paling emosional dalam gelaran akbar tahun ini.
Tanggapan Messi Usai Laga
"Saya hanya ingin mengingatkan diri sendiri dan semua orang bahwa setiap momen di lapangan ini adalah hadiah. Selebrasi itu untuk keluarga saya, untuk rakyat Argentina, dan untuk masa depan generasi penerus. Angka tiga itu representasi dari tiga Piala Dunia yang saya ikuti, tiga kesempatan untuk membuat sejarah. Kita lihat saja seberapa jauh kami bisa melangkah," ujar Messi di zona campuran seperti dilaporkan kontributor Terdepan.id.
Pernyataan tersebut semakin menguatkan performa Argentina yang tak terkalahkan di turnamen ini. Dengan tambahan tiga poin, tim asuhan Lionel Scaloni berada di puncak klasemen Grup E dan hampir pasti lolos ke babak gugur. Kemenangan ini sekaligus menjadi penanda bahwa usia tidak menyurutkan ketajaman Messi: dua gol dan satu assist dari total tiga laga menjadikannya top skor sementara bagi Argentina.
Dominasi dan Harapan Juara
Di luar selebrasi kontroversial nan penuh cinta itu, anak-anak asuh Scaloni mendominasi jalannya pertandingan dengan penguasaan bola hampir 62 persen, serta menciptakan tiga peluang emas yang berbuah gol. Satu-satunya gol balasan Aljazair tercipta lewat titik putih pada menit ke-79 setelah wasit mengecek VAR untuk insiden handsball di kotak terlarang. Gol itu tak menggoyahkan kepercayaan diri Argentina yang dikawal ketat oleh Cristian Romero dan Lisandro Martínez di lini belakang.
Dengan performa seperti ini, Argentina digadang-gadang kembali menjadi kandidat kuat juara, mengulangi kesuksesan mereka empat tahun lalu di Qatar. Jika kembali meraih trofi, Messi akan mencatat sejarah sebagai pemain pertama yang memenangkan dua Piala Dunia dalam kurun waktu lebih dari satu dekade, sekaligus menjadi kapten tertua yang mengangkat trofi emas.
Para penggemar di Stadion SoFi tampak terpukau. Sorakan "Messi! Messi!" terus bergema hingga wasit meniup peluit akhir. Di sisi tribun, spanduk raksasa bertuliskan "Gracias, Capitán. 3 Copas, 3 Dedikasi" dibentangkan oleh suporter Argentina, menandakan bahwa malam itu bukan sekadar kemenangan biasa, melainkan perayaan warisan hidup sang maestro.
Setelah laga, rekan-rekan setim Messi pun memberikan penghormatan. Lautaro Martínez, yang masuk sebagai pemain pengganti, mengatakan kepada awak media, "Kami semua tahu betapa spesialnya turnamen ini bagi Leo. Selebrasi tadi bukan hanya untuk dirinya, tapi untuk seluruh Argentina. Dia dan kami ingin memberikan yang terbaik di setiap pertandingan."
Sementara itu, tim Aljazair meski kalah, mendapat apresiasi besar karena berhasil menahan gempuran Argentina di babak pertama dan mencatatkan beberapa peluang berbahaya melalui Riyad Mahrez serta Amine Gouiri. Pelatih Djamel Belmadi mengakui keunggulan lawan dan menyebut Argentina sebagai tim yang "menyakitkan sekaligus indah untuk ditonton".
Kini Argentina akan menghadapi Selandia Baru di laga pamungkas grup untuk memastikan status juara grup, sementara mata dunia masih tertuju pada satu pertanyaan: seberapa jauh langkah Messi dan generasi emas ini akan melangkah di Piala Dunia 2026?
Comments (0)