Bentrokan di Ciledug, 3 Pedagang Dibacok gegara Tolak Jatah Preman
Tangerang — Aksi kekerasan yang melibatkan sejumlah preman dan pedagang meletus di kawasan Jalan Raden Fatah, Kelurahan Sudimara Barat, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, pada Rabu malam, 1 Juli 20
Tangerang — Aksi kekerasan yang melibatkan sejumlah preman dan pedagang meletus di kawasan Jalan Raden Fatah, Kelurahan Sudimara Barat, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, pada Rabu malam, 1 Juli 2026. Bentrokan yang diduga dipicu oleh permintaan jatah uang keamanan ini mengakibatkan tiga orang pedagang buah menderita luka serius akibat sabetan senjata tajam. Dua orang dari kelompok penyerang juga dilaporkan mengalami luka dan sedang menjalani perawatan medis.
"Akibat kejadian itu, tiga pedagang buah mengalami luka serius di beberapa bagian tubuh. Selain itu, dua orang dari kelompok penyerang juga mengalami luka dan menjalani perawatan medis," kata Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota AKBP Parikhesit, dalam keterangannya, Jumat (3/7/2026).
Kronologi: Permintaan Jatah Rp10 Ribu Ditolak
Berdasarkan laporan yang dihimpun oleh Terdepan.id, insiden ini bermula saat seorang pria berinisial ZI alias Udin mendatangi lapak salah satu pedagang buah semangka dan melon di kawasan tersebut. Pria tersebut diduga meminta uang sejumlah Rp10.000 per hari kepada pedagang sebagai 'jatah keamanan'. Merasa tidak terima dengan permintaan yang dianggap sebagai pemerasan, pedagang pun menolak permintaan Udin.
Penolakan tersebut rupanya memicu kemarahan Udin. Tidak terima dengan penolakan itu, ia kemudian meninggalkan lokasi dan kembali bersama sejumlah rekan yang diduga merupakan kelompok preman. Tanpa basa-basi, mereka langsung menyerang para pedagang yang tengah berjualan. Bentrokan tak terhindarkan, dan dalam insiden itu tiga pedagang buah menjadi korban pembacokan, sementara dua orang dari kubu penyerang turut mengalami luka akibat aksi saling serang.
Warga sekitar yang panik segera melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Petugas dari Polsek Ciledug dan Polres Metro Tangerang Kota yang tiba di lokasi langsung mengamankan situasi dan mengevakuasi para korban ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif. Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengidentifikasi dan menangkap seluruh pelaku yang terlibat.
Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota AKBP Parikhesit menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir aksi premanisme yang meresahkan masyarakat, terutama para pedagang kecil. "Kami sedang melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Kami mengimbau masyarakat, khususnya para pedagang, untuk segera melapor jika menjadi korban pemerasan atau ancaman serupa," ujarnya melalui keterangan resmi yang diterima Terdepan.id.
Peristiwa ini menjadi sorotan di tengah maraknya laporan tentang praktik pungutan liar yang dilakukan oknum tertentu terhadap pedagang di kawasan Tangerang. Para pedagang di lokasi kejadian mengaku sudah sering mendapatkan intimidasi sebelum akhirnya kejadian berdarah ini pecah. Terdepan.id masih terus menggali informasi dan akan memberikan perkembangan terkini dari kasus ini.
Comments (0)