Warga Indonesia di Australia Tak Menyangka Harga Visa Naik Drastis

Laporan dari Sydney mengungkapkan keterkejutan di kalangan warga Indonesia yang bermukim di Australia atas kebijakan baru yang mengguncang kantong mereka. Biaya pengajuan visa kependudukan mengalami

Jul 06, 2026 - 13:05
0 0
Warga Indonesia di Australia Tak Menyangka Harga Visa Naik Drastis

Laporan dari Sydney mengungkapkan keterkejutan di kalangan warga Indonesia yang bermukim di Australia atas kebijakan baru yang mengguncang kantong mereka. Biaya pengajuan visa kependudukan mengalami lonjakan sangat signifikan, membuat banyak penduduk tetap (permanent resident/PR) harus berpikir ulang untuk mengatur ulang keuangan mereka. Kenaikan yang digambarkan sangat tidak terduga ini menjadi perbincangan hangat di komunitas Indonesia di Negeri Kanguru.

Kenaikan Tiga Kali Lipat yang Mengejutkan

Ria Hariati, seorang warga negara Indonesia yang tinggal di Sydney, tidak dapat menyembunyikan rasa terkejutnya ketika mengetahui biaya terbaru untuk memperpanjang Resident Return Visa (RRV) miliknya. Visa ini adalah dokumen krusial bagi pemegang status PR yang ingin bepergian ke luar negeri dan kembali lagi ke Australia tanpa kehilangan status kependudukan tetap mereka. Berdasarkan laporan yang dihimpun Terdepan.id, kenaikan tarif yang diterapkan pemerintah Australia sungguh di luar dugaan banyak pihak.

"Kenaikannya itu enggak main-main, maksudnya tiga kali lipat," ujar Ria. "Tapi bagaimana pun kita harus mematuhi kebijakan Australia … meski agak berat sih buat kita."

Pernyataan Ria tersebut langsung menyentuh realitas pahit yang kini dihadapi para diaspora Indonesia. Kepatuhan terhadap hukum dan kebijakan imigrasi Australia menjadi keharusan mutlak yang tidak bisa ditawar, meskipun di tengah tekanan ekonomi global yang masih belum sepenuhnya pulih. Bagi banyak keluarga, pengeluaran membengkak secara mendadak seperti ini memaksa penyesuaian anggaran yang cukup merepotkan.

Australia memang dikenal kerap melakukan penyesuaian biaya visa sebagai bagian dari strategi pengelolaan migrasi dan pendapatan negara. Namun, skala kenaikan kali ini jauh melampaui inflasi normal dan indeksasi tahunan biasa. Kebijakan ini membebani, terutama bagi warga Indonesia yang telah lama menetap dan berkontribusi aktif di berbagai sektor di Australia, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga jasa profesional. Mereka harus menghitung ulang dana darurat atau pos tabungan lain untuk sekadar mempertahankan mobilitas internasional mereka.

Meskipun keluhan muncul di mana-mana, komunitas Indonesia di Australia menegaskan bahwa mereka akan tetap menghormati sepenuh hati aturan yang ditetapkan oleh Canberra. Namun, harapan kecil tetap terselip agar pemerintah Australia mempertimbangkan kembali dampak sosial-ekonomi dari kebijakan finansial yang dirasakan sangat membebani sebagian warganya ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
grace-winata

Editor Investasi. Editor panduan investasi dan produk finansial.

Comments (0)

User