Operasi Senyap Malam Hari, Polres Kuansing Musnahkan Dua Rakit PETI di Kuantan Mudik

KUANTAN SINGINGI – Jajaran Kepolisian Resor Kuantan Singingi (Kuansing) melalui Polsek Kuantan Mudik kembali menunjukkan komitmen tegas dalam memberantas aktivitas penambangan emas tanpa izin (PE

Jul 06, 2026 - 13:05
0 0
Operasi Senyap Malam Hari, Polres Kuansing Musnahkan Dua Rakit PETI di Kuantan Mudik

KUANTAN SINGINGI – Jajaran Kepolisian Resor Kuantan Singingi (Kuansing) melalui Polsek Kuantan Mudik kembali menunjukkan komitmen tegas dalam memberantas aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) yang meresahkan. Dalam sebuah operasi senyap yang digelar pada Kamis malam (2/7), petugas berhasil mengamankan dan memusnahkan dua unit rakit lanting yang diduga kuat digunakan untuk kegiatan tambang ilegal di wilayah Desa Pantai, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuansing.

Operasi ini bermula dari pengaduan resmi yang dilayangkan oleh pemegang Hak Guna Usaha (HGU) PT KTBM. Pemilik lahan melaporkan bahwa area konsesi mereka telah disusupi oleh oknum-oknum yang menjalankan aktivitas PETI tanpa sepengetahuan pihak perusahaan. Menurut laporan yang diterima Terdepan.id, aktivitas ilegal tersebut telah berlangsung secara tersembunyi dan dikhawatirkan menimbulkan kerusakan lingkungan yang serius serta kerugian bagi pemilik lahan sah.

Menindaklanjuti pengaduan itu, Kapolsek Kuantan Mudik AKP Anra Nosa segera mengerahkan tim kecil untuk melakukan penyelidikan dan pengintaian. Operasi dilakukan secara tertutup pada malam hari guna menghindari kebocoran informasi dan memaksimalkan potensi penangkapan pelaku di lokasi. Setibanya di titik koordinat yang dilaporkan, petugas menemukan dua rakit lanting yang terparkir di aliran sungai. Rakit-rakit tersebut dilengkapi peralatan sederhana khas penambangan emas tradisional, seperti mesin sedot, selang, dan wadah pendulangan.

“Namun, saat dilakukan pemeriksaan, rakit tersebut sudah dalam keadaan tidak beroperasi dan tidak ditemukan pelaku di lokasi,” ujar AKP Anra Nosa dalam keterangan tertulis yang diterima Terdepan.id, Jumat (3/7/2026).

Meski tidak berhasil menangkap satu pun tersangka, pihak kepolisian tetap mengambil langkah tegas dengan memusnahkan seluruh perangkat PETI yang ditemukan. Rakit lanting yang menjadi modus utama operasi ilegal tersebut dihancurkan di tempat agar tidak dapat digunakan kembali. Kapolsek menegaskan bahwa pemusnahan ini adalah bentuk nyata dari sikap nir-kompromi Polres Kuansing terhadap praktik penambangan liar yang mengancam ekosistem dan melanggar hukum.

Rentetan Penindakan dan Komitmen Polres Kuansing

Tindakan di Desa Pantai ini bukanlah yang pertama kali dilakukan oleh Polres Kuansing. Beberapa waktu sebelumnya, aparat juga telah membongkar lokasi PETI di Kecamatan Cerenti yang dioperasikan secara terang-terangan di lahan perkebunan warga. Pola operasi senyap yang diterapkan di Kuantan Mudik menunjukkan adaptasi strategi kepolisian dalam menghadapi modus pelaku yang semakin licin—sering kali meninggalkan peralatan begitu mendeteksi kehadiran petugas.

AKP Anra Nosa menambahkan bahwa pihaknya akan terus memonitor seluruh titik rawan PETI di wilayah hukum Kuantan Mudik. Patroli sungai dan darat akan ditingkatkan, terutama di malam hari saat aktivitas ilegal biasanya berlangsung. Selain itu, polisi juga mengimbau masyarakat dan pemilik lahan untuk segera melaporkan jika menemukan indikasi penambangan tanpa izin di sekitar mereka. “Kami tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi para pelaku PETI. Kejahatan lingkungan ini harus dihentikan,” tegasnya.

Penindakan di Kuantan Mudik ini menambah daftar panjang upaya Polres Kuansing dalam menyelamatkan Daerah Aliran Sungai (DAS) Kuantan dari pencemaran merkuri dan sedimentasi akibat PETI. Masyarakat setempat menyambut baik langkah cepat polisi, meskipun masih menyayangkan bahwa pelaku utama berhasil melarikan diri sebelum penggerebekan dilakukan. Laporan Terdepan.id dari lapangan menunjukkan bahwa warga berharap operasi serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan dan diikuti dengan penegakan hukum yang lebih kuat, termasuk penyidikan terhadap para pemodal di balik jaringan PETI yang sering kali luput dari jeratan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lidia-susanto

Editor Ekonomi Digital. Editor transformasi digital dan ekonomi digital.

Comments (0)

User