Kemensos Berikan Kaki Palsu untuk Korban Gigitan Buaya di Gowa

Suasana haru menyelimuti kegiatan Bakti Sosial Terintegrasi yang digelar oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos) di Kabupaten Gowa. Rendi (53), warga Desa Lassa-Lassa, tak mampu menyemb

Jul 06, 2026 - 14:14
0 0
Kemensos Berikan Kaki Palsu untuk Korban Gigitan Buaya di Gowa

Suasana haru menyelimuti kegiatan Bakti Sosial Terintegrasi yang digelar oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos) di Kabupaten Gowa. Rendi (53), warga Desa Lassa-Lassa, tak mampu menyembunyikan matanya yang berkaca-kaca saat menerima bantuan kaki palsu yang telah lama dinantikannya. Sorot wajahnya yang sempat redup oleh keterbatasan fisik kini memancarkan secercah optimisme baru, seolah menyambut babak kehidupan yang lebih menjanjikan.

Perjalanan hidup pria paruh baya tersebut berubah drastis sejak musibah yang menimpanya pada tahun 2015 silam. Ketika itu, Rendi tengah mengadu nasib sebagai pekerja di Malaysia. Nahas, sebuah serangan buaya yang tak terduga mengakhiri mobilitas normalnya untuk selamanya. Amputasi pada salah satu kakinya menjadi konsekuensi pahit yang harus ia tanggung. Sejak insiden traumatis itu, Rendi terpaksa beradaptasi dengan segala keterbatasan. Langkahnya tak lagi selapang dulu, aktivitas sehari-hari menjadi perjuangan, dan yang terberat, mencari nafkah untuk menopang ekonomi keluarga terasa semakin berat.

Kisah perjuangan Rendi selama lebih dari satu dekade itu akhirnya menemukan titik terang. Kehadiran program Bakti Sosial Terintegrasi Kemensos di wilayahnya menjadi jawaban atas doa-doa yang selama ini ia panjatkan. Bantuan kaki palsu yang diserahkan secara simbolis dalam kegiatan tersebut bukan sekadar alat bantu fisik, melainkan simbol harapan dan pemulihan martabat seorang kepala keluarga yang ingin kembali mandiri.

Harapan Baru di Usia Senja

Dengan kaki palsu yang kini melekat, Rendi optimistis dapat kembali bergerak lebih leluasa. Ia bertekad untuk tidak lagi sepenuhnya bergantung pada bantuan orang lain dalam menjalani aktivitas kesehariannya. Baginya, kemampuan untuk kembali produktif adalah anugerah terbesar yang tak ternilai harganya.

"Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah, khususnya Kementerian Sosial yang telah peduli. Ini bukan hanya bantuan kaki, tetapi ini mengembalikan semangat saya untuk bisa berjalan lagi dan mencari nafkah,"

Program Bakti Sosial Terintegrasi yang dilaksanakan Kemensos di berbagai daerah memang dirancang untuk menyentuh langsung kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas dan korban kecelakaan kerja. Melalui sentra-sentra rehabilitasi, pemerintah berupaya memastikan bahwa setiap warga negara, tanpa terkecuali, mendapatkan haknya untuk hidup layak dan sejahtera. Bagi Rendi, bantuan ini mengakhiri penantian panjang sekaligus membuka lembaran baru menuju kehidupan yang lebih mandiri di usia senjanya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fahmi-reza

Reporter Startup. Reporter startup dan ekosistem pendanaan.

Comments (0)

User