Ngeri Penembakan Massal di Sekolah Filipina, 3 Orang Tewas-5 Luka

Kota Tacloban, Filipina – Sebuah aksi brutal mengguncang Sekolah Menengah Atas Nasional San Jose di Kota Tacloban, provinsi Leyte, Filipina tengah, pada Senin pagi (22/6). Setidaknya tiga orang mer

Jul 06, 2026 - 14:12
0 0
Ngeri Penembakan Massal di Sekolah Filipina, 3 Orang Tewas-5 Luka

Kota Tacloban, Filipina – Sebuah aksi brutal mengguncang Sekolah Menengah Atas Nasional San Jose di Kota Tacloban, provinsi Leyte, Filipina tengah, pada Senin pagi (22/6). Setidaknya tiga orang meregang nyawa dan lima lainnya mengalami luka-luka dalam tragedi penembakan massal yang amat jarang terjadi di lingkungan pendidikan negara tersebut.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 09.00 waktu setempat saat kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung. Kepolisian Regional Leyte langsung meluncur ke lokasi dan melakukan evakuasi terhadap seluruh siswa dan staf pengajar. Suasana mencekam tak terhindarkan, sementara histeria dan tangis pecah dari para pelajar yang menyaksikan maupun mendengar suara tembakan dari dalam gedung.

“Para korban segera dibawa ke fasilitas medis terdekat untuk perawatan dan intervensi medis yang sesuai,” ujar juru bicara kepolisian regional dalam pernyataan tertulis yang diterima Terdepan.id.

Hingga kini, motif pelaku masih menjadi misteri. Polisi mengaku belum bisa menetapkan alasan di balik penembakan massal tersebut dan terus melakukan penyelidikan intensif. Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil investigasi resmi.

Insiden Langka yang Mengejutkan Filipina

Meskipun Filipina memiliki tingkat kepemilikan senjata api yang cukup tinggi, penembakan massal di sekolah sangat jarang terjadi. Terakhir kali insiden serupa mengguncang negeri itu terjadi beberapa tahun silam, umumnya dipicu oleh konflik pribadi atau gangguan kejiwaan. Kejadian di SMA Nasional San Jose pun sontak menyita perhatian nasional dan memicu kembali perdebatan tentang keamanan di institusi pendidikan.

Pemerintah daerah Leyte menyatakan belasungkawa yang mendalam. Seorang pejabat setempat yang dikutip media lokal menyebut hari itu sebagai “pukulan berat bagi dunia pendidikan.” Bantuan darurat dijanjikan bagi keluarga korban, sementara sekolah diliburkan untuk sementara demi keperluan penyelidikan dan pemulihan psikologis warga sekolah.

Identitas pelaku maupun para korban belum diungkap sepenuhnya oleh pihak berwenang. Polisi memastikan akan terus memberikan perkembangan kasus ini kepada publik. Terdepan.id akan memantau setiap informasi terbaru dari otoritas setempat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
toni-kurniadi

Reporter Fintech. Reporter fintech dan pembayaran digital.

Comments (0)

User