Udara Sekitar TPA Jatiwaringin Masih Tak Sehat, Warga Diimbau Pakai Masker

Pantauan kualitas udara di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) pada Senin (6/6/2026). Hasil pemantauan m

Jul 06, 2026 - 07:34
0 0
Udara Sekitar TPA Jatiwaringin Masih Tak Sehat, Warga Diimbau Pakai Masker

Pantauan kualitas udara di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) pada Senin (6/6/2026). Hasil pemantauan menunjukkan bahwa udara di lokasi kebakaran yang telah berlangsung selama hampir sepekan masih berada dalam kategori tidak sehat, sehingga warga yang bermukim di sekitar area TPA diimbau untuk mengenakan masker demi meminimalkan dampak buruknya bagi pernapasan.

Dua Mobil Pemantau dan Tiga Alat Portabel Dikerahkan

Untuk memastikan sejauh mana dampak kebakaran terhadap kualitas udara, KLH menerjunkan dua unit mobil pemantau kualitas udara yang dilengkapi sensor canggih, serta tiga alat pemantau portabel yang ditempatkan di beberapa titik strategis di sekitar TPA dan permukiman penduduk. Direktur Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) KLH, Rasio Ridho Sani, menjelaskan bahwa pemantauan dilakukan secara terus-menerus guna mendapatkan data yang akurat mengenai konsentrasi partikel berbahaya, seperti PM2.5, karbon monoksida, dan senyawa organik volatil yang dilepaskan oleh aktivitas pembakaran sampah.

"Ya kami memantau kualitas udara. Berdasarkan hasil pemantauan, angka indeks kualitas udara masih di atas ambang batas yang diizinkan, sehingga kami mengimbau warga, terutama anak-anak, lansia, dan mereka yang memiliki riwayat penyakit pernapasan, untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan selalu menggunakan masker berstandar N95 atau minimal masker bedah," ujar Rasio Ridho Sani saat dihubungi melalui sambungan telepon oleh tim laporan Terdepan.id.

"Ya kami memantau kualitas udara. Berdasarkan hasil pemantauan, angka indeks kualitas udara masih di atas ambang batas yang diizinkan, sehingga kami mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan selalu menggunakan masker," tegas Rasio.

Kebakaran yang melanda TPA Jatiwaringin sudah memasuki hari keenam dan hingga kini petugas pemadam masih berjibaku mengendalikan titik api. Asap tebal berwarna kehitaman masih terlihat membumbung tinggi, menyebar hingga radius beberapa kilometer. Kondisi ini dikhawatirkan memicu lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di masyarakat, terutama di desa-desa yang berbatasan langsung dengan TPA.

Selain itu, KLH juga tengah mengumpulkan sampel udara untuk dianalisis lebih lanjut di laboratorium guna mendeteksi kontaminan yang lebih spesifik, termasuk dioksin dan furan yang umum dihasilkan oleh pembakaran sampah plastik secara terbuka. Hasil analisis laboratorium ini akan menjadi dasar rekomendasi kebijakan yang lebih tegas, baik berupa langkah mitigasi sementara maupun penegakan hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab atas kebakaran.

Terpisah, sejumlah warga Dusun Sukamaju yang tinggal sekitar 500 meter dari TPA mengeluhkan bau menyengat dan gangguan pernapasan yang dirasakan sejak kebakaran terjadi. "Anak saya jadi batuk-batuk, saya sendiri juga sering sesak napas kalau malam. Semoga api cepat padam," tutur Siti (38), warga setempat kepada tim laporan Terdepan.id. Petugas kesehatan dari puskesmas setempat pun telah menyediakan posko kesehatan darurat untuk mengantisipasi keluhan warga.

Pemerintah Kabupaten Tangerang, melalui Dinas Lingkungan Hidup setempat, berkoordinasi dengan KLH untuk mempercepat penanganan kebakaran dan mengerahkan unit tangki air tambahan. Hingga berita ini diturunkan, status kebakaran belum dinyatakan padam dan masyarakat diimbau untuk tetap waspada serta mematuhi seluruh arahan petugas di lapangan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User