Stok Ayam & Telur Melimpah, RI Lirik Peluang Ekspor ke Arab-China

Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) kian agresif membuka peluang ekspor komoditas daging ayam dan telur seiring kondisi kelebihan pasokan atau oversupply yang kini terjadi di dalam negeri.

Jul 08, 2026 - 00:20
0 0
Stok Ayam & Telur Melimpah, RI Lirik Peluang Ekspor ke Arab-China

Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) kian agresif membuka peluang ekspor komoditas daging ayam dan telur seiring kondisi kelebihan pasokan atau oversupply yang kini terjadi di dalam negeri. Setelah berhasil menembus pasar di 11 negara, Indonesia kini membidik pasar potensial baru seperti Arab Saudi dan China. Langkah ini diambil untuk menjaga kestabilan harga di tingkat peternak sekaligus mengoptimalkan surplus produksi yang terus meningkat.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan bahwa pencapaian swasembada sudah terlampaui. Indonesia kini berada dalam posisi produksi berlebih yang memungkinkan pengiriman ke mancanegara secara berkelanjutan. Menurutnya, sukses menembus 11 negara menjadi bukti bahwa standar kualitas produk unggas Tanah Air telah diakui secara global.

"Kita ini kalau untuk daging ayam sama telur, bukan lagi swasembada. Kita ini oversupply, jadi kita sudah juga mengekspor ke berapa? 11 negara, dan kita akan terus tingkatkan kuantitasnya," ujar Sudaryono dalam konferensi pers kantornya, Jakarta Selatan, Senin (6/7/2026).

Data Kementan menunjukkan peningkatan volume ekspor secara bertahap dalam tiga tahun terakhir. Beberapa negara tujuan utama antara lain Jepang, Timor Leste, dan Papua Nugini. Namun, dengan permintaan domestik yang relatif stagnan dan kapasitas produksi yang terus bertumbuh, ekspansi ke pasar nontradisional menjadi keniscayaan.

Sasar Pasar Halal dan Industri Besar

Pemilihan Arab Saudi dan China bukan tanpa alasan. Arab Saudi, sebagai pusat ekonomi Timur Tengah, memiliki kebutuhan besar terhadap produk pangan berlabel halal. Sementara itu, China dengan populasi lebih dari 1,4 miliar jiwa menawarkan volume permintaan yang sangat besar. Pemerintah kini tengah menyelesaikan negosiasi teknis dan perizinan sanitasi agar produk unggas Tanah Air bisa segera masuk ke kedua negara tersebut.

Pengamat peternakan menilai strategi diversifikasi pasar ini tepat untuk menekan risiko jatuhnya harga di tingkat peternak. Selama ini, kelebihan pasok kerap memicu fluktuasi harga yang merugikan pembudidaya skala kecil dan menengah. Dengan jalur ekspor yang terbuka lebar, stabilitas usaha peternakan unggas lokal diharapkan bisa lebih terjaga.

Kementan optimistis dalam satu hingga dua tahun ke depan, kiriman daging ayam dan telur ke Arab Saudi dan China sudah bisa terealisasi. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari strategi besar menjadikan Indonesia sebagai pemain utama dalam rantai pasok pangan protein hewani global.

Laporan Terdepan.id dari Jakarta mengonfirmasi bahwa Kementan tengah mempercepat harmonisasi regulasi dengan otoritas pangan di kedua negara tersebut. Jika target ini tercapai, surplus produksi yang sempat dikhawatirkan bisa berubah menjadi sumber devisa baru bagi bangsa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
grace-winata

Editor Investasi. Editor panduan investasi dan produk finansial.

Comments (0)

User