Rupiah Tekan Dolar AS ke Level Rp 17.879
Jakarta - Pergerakan nilai tukar rupiah pada awal perdagangan pekan ini menunjukkan penguatan yang cukup meyakinkan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada Senin pagi (29/6), mata uang Garuda berha
Jakarta - Pergerakan nilai tukar rupiah pada awal perdagangan pekan ini menunjukkan penguatan yang cukup meyakinkan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada Senin pagi (29/6), mata uang Garuda berhasil menekan dolar AS hingga ke level Rp 17.800-an, menjadi sinyal positif bagi pasar keuangan domestik di tengah ketidakpastian global.
Berdasarkan data Bloomberg yang dipantau oleh Terdepan.id, dolar AS berada pada posisi Rp 17.922 atau melemah 0,12% pada pukul 09.05 WIB. Tidak sampai berselang lima menit, tepatnya sekitar pukul 09.10 WIB, dolar AS kian tertekan dan menyentuh level Rp 17.879. Angka ini menandakan apresiasi rupiah sekitar 43 poin dalam tempo yang sangat singkat, memperkuat momentum positif mata uang Indonesia di awal sesi perdagangan.
Menariknya, penguatan rupiah terhadap dolar AS tidak terjadi secara seragam di seluruh pasar valuta utama. Dolar AS justru mencatatkan penguatan tipis terhadap euro (EUR) sebesar 0,03% pada periode yang sama. Pergerakan yang variatif ini mengindikasikan bahwa sentimen investor terhadap aset berdenominasi rupiah tengah menguat, didorong oleh kombinasi faktor domestik dan eksternal. Mulai dari ekspektasi pemulihan ekonomi nasional pasca relaksasi pembatasan sosial, aliran modal asing yang kembali masuk ke pasar obligasi dan saham Indonesia, hingga kebijakan moneter akomodatif yang ditempuh oleh Bank Indonesia.
Kondisi ini semakin diperkuat oleh penurunan imbal hasil obligasi pemerintah yang membuat aset rupiah kian menarik dibandingkan dengan aset berdenominasi dolar. Selain itu, meredanya ketegangan geopolitik di beberapa kawasan turut memberikan angin segar bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Data-data ekonomi makro yang mulai pulih, seperti indeks manufaktur dan indikator konsumsi, juga menjadi katalis yang memperkuat nilai tukar Garuda di mata pelaku pasar.
“Pasar merespons positif kebijakan akomodatif Bank Indonesia dan harapan pemulihan ekonomi yang lebih cepat. Penguatan rupiah hari ini juga didukung oleh posisi dolar AS yang cenderung melemah terhadap beberapa mata uang emerging market,” ujar seorang analis pasar uang yang diwawancarai oleh Terdepan.id, mengomentari pergerakan pagi ini.
Dengan level penutupan sementara di Rp 17.879 per dolar AS, rupiah mendekati batas psikologis selanjutnya di bawah Rp 17.800. Jika sentimen positif ini bertahan, bukan tidak mungkin rupiah akan menembus level tersebut dalam beberapa sesi ke depan. Pelaku pasar kini akan mencermati sejumlah rilis data ekonomi penting, termasuk data inflasi dan cadangan devisa, yang akan mempengaruhi arah pergerakan rupiah dalam jangka pendek. Stabilitas eksternal seperti arah kebijakan suku bunga bank sentral AS (The Fed) juga tetap menjadi faktor kunci yang menentukan volatilitas rupiah ke depan.
Comments (0)