Paraguay — Senator Celeste Amarilla Sebut Mbappé “Kamerun Terjajah”, Pemerintah Langsung Kecam
Gelombang kemarahan melanda Paraguay setelah seorang senatornya melontarkan pernyataan bernada rasis terhadap megabintang sepak bola Prancis, Kylian Mbappé
Gelombang kemarahan melanda Paraguay setelah seorang senatornya melontarkan pernyataan bernada rasis terhadap megabintang sepak bola Prancis, Kylian Mbappé. Celeste Amarilla, senator dari partai berkuasa Colorado, menyebut penyerang Paris Saint-Germain itu sebagai “produk Kamerun terjajah” di media sosial. Komentar itu langsung memicu kecaman, termasuk dari pemerintah Paraguay sendiri yang secara resmi “mengecam dan menolak” pernyataan tersebut.
Kronologi: Komentar Rasis hingga Kecaman Resmi
- Selasa Sore, Media Sosial Memanas. Celeste Amarilla menulis di akun Twitter/X-nya tentang Kylian Mbappé. Ia merespons sebuah unggahan yang menampilkan opini pemain itu tentang isu sosial di Prancis. Amarilla mengetik: “Dia adalah produk Kamerun yang terjajah. Harusnya dia berterima kasih kepada Prancis yang sudah membebaskan mereka.” Pernyataan itu menggunakan istilah “Kamerun terjajah” untuk meremehkan latar belakang Mbappé, yang ayahnya berasal dari Kamerun.
- Rabu Dini Hari, Respons Warganet Menggema. Dalam hitungan jam, cuitan itu viral. Penggemar sepak bola, aktivis anti-rasisme, dan media internasional mengutuk keras komentar tersebut. Tagar #ParaguayRacista dan #RespectMbappé sempat menjadi tren. Banyak yang menyoroti ironi: Paraguay sendiri memiliki sejarah panjang diskriminasi terhadap komunitas pribumi Guarani, sehingga seorang senator melontarkan rasisme terhadap keturunan Afrika dianggap mencoreng reputasi negara.
- Rabu Pagi, Pemerintah Paraguay Bergerak Cepat. Kementerian Luar Negeri Paraguay mengeluarkan pernyataan resmi. “Pemerintah Republik Paraguay mengecam dan menolak komentar yang ditujukan kepada Kylian Mbappé oleh Senator Celeste Amarilla. Pandangan itu tidak mencerminkan posisi resmi negara, juga tidak sejalan dengan semangat persahabatan Paraguay–Prancis,” demikian bunyi pernyataan itu. Ini menjadi langkah langka di mana pemerintah mengecam anggota legislatifnya sendiri secara terbuka.
- Kamis, Amarilla Malah Menuntut Maaf dari Mbappé. Alih-alih meminta maaf, Amarilla berbalik menyerang. Dalam wawancara radio lokal, ia menuntut permintaan maaf dari Mbappé, mengklaim bahwa sang pemain tidak menghormati Paraguay. “Ia seorang publik figur, harusnya ia minta maaf atas sikapnya yang merendahkan nilai-nilai kebangsaan kami,” ujar Amarilla, meskipun tidak pernah ada interaksi langsung antara Mbappé dan Paraguay.
- Kamis Siang, Gelombang Kecaman Meluas. Beberapa anggota parlemen Paraguay mengecam sesama senator itu secara internal, menyebutnya merusak citra negara di mata dunia. Kedutaan Besar Prancis di Asunción menyatakan “keprihatinan mendalam” dan mendukung penuh pernyataan pemerintah Paraguay. Organisasi anti-rasisme global, termasuk Fare Network, juga mendesak Partai Colorado untuk memberikan sanksi etik.
Data dan Fakta Penting
Celeste Amarilla adalah senator dari Partai Colorado yang telah beberapa kali menuai kontroversi karena pernyataan kontroversialnya tentang imigran dan masyarakat adat. Ia mencalonkan diri pada 2023 dalam posisi sayap kanan partai. Kylian Mbappé lahir di Paris pada 1998 dari ayah Kamerun, Wilfried Mbappé, dan ibu Aljazair, Fayza Lamari. Kamerun merupakan bekas jajahan Prancis yang merdeka pada 1960, di mana Prancis menyerahkan kedaulatan—bukan “pembebasan” sepihak seperti klaim Amarilla. Pemerintah Paraguay menegaskan komitmen pada prinsip anti-diskriminasi dan menyatakan akan meninjau mekanisme etik di parlemen. Pernyataan resmi itu menjadi salah satu kecaman terkeras dari sebuah negara terhadap politisi internalnya sendiri dalam isu rasisme global.
Comments (0)