Jalan Rusak Puluhan Tahun di Pandeglang, Warga Kirim Petisi dengan Darah
Warga lima kampung di Desa Cijaralang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, menyampaikan keluhan mendalam terkait akses jalan yang rusak parah dan tidak kunjung diperbaiki selama puluhan tahun.
Warga lima kampung di Desa Cijaralang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, menyampaikan keluhan mendalam terkait akses jalan yang rusak parah dan tidak kunjung diperbaiki selama puluhan tahun. Sebagai bentuk keputusasaan, mereka membuat petisi yang ditandatangani menggunakan darah.
Berdasarkan laporan yang diterima Terdepan.id pada Senin (22/6/2026), kondisi jalan di wilayah tersebut sangat memprihatinkan. Tidak ada aspal, hanya tanah berbatu dengan kontur terjal dan bebatuan besar yang menghalangi lintasan. Kendaraan roda dua maupun roda empat harus melintas dengan ekstra hati-hati, terutama saat musim hujan ketika jalan menjadi licin dan semakin berbahaya.
Akses Mobilitas Warga Terhambat
Sujana, salah seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa kondisi ini sangat mempersulit mobilitas sehari-hari. Ia menjelaskan, jalan yang terjal dan tidak beraspal itu membuat warga khawatir akan keselamatan setiap kali melintas. “Kami sudah puluhan tahun menanti perbaikan, tapi tidak ada hasil. Jalan ini membahayakan keselamatan kami, terutama anak-anak yang harus pergi ke sekolah,” ujar Sujana.
“Kondisi itu mempersulit akses warga untuk mobilitas. Menurutnya, kondisi itu juga membahayakan keselamatan warga.” — Sujana, warga Desa Cijaralang.
Selain mengancam keselamatan, kerusakan jalan juga berdampak pada perekonomian. Hasil pertanian warga sulit diangkut ke pasar, dan biaya transportasi menjadi tinggi karena risiko kerusakan kendaraan. Beberapa warga terpaksa menempuh jarak lebih jauh hanya untuk mencari jalur alternatif yang lebih aman. Kondisi itu membuat aktivitas sehari-hari, seperti mengakses layanan kesehatan dan pendidikan, menjadi sangat terbatas.
Petisi menggunakan darah yang dilakukan warga merupakan simbol penderitaan dan keseriusan mereka dalam menuntut hak atas infrastruktur yang layak. Aksi ini menjadi bentuk protes yang jarang terjadi, menunjukkan tingkat frustrasi yang sudah mencapai puncaknya. Warga berharap agar pesan yang disampaikan melalui petisi darah ini bisa segera mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kabupaten Pandeglang belum memberikan tanggapan resmi terkait kondisi jalan tersebut. Warga berharap agar aksi petisi darah ini bisa membuka mata para pemangku kebijakan. Terdepan.id akan terus memantau perkembangan nasib warga Desa Cijaralang dan menyuarakan aspirasi mereka.
Comments (0)