AKBP Made Gede Oka Utama Pimpin Transformasi Satreskrim Polres Depok

Langkah kaki tegap bergema di lorong Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Depok. Di balik pintu kaca berlapis film gelap, sesosok perwira menengah sibuk me

Jul 08, 2026 - 10:02
0 1
AKBP Made Gede Oka Utama Pimpin Transformasi Satreskrim Polres Depok

Langkah kaki tegap bergema di lorong Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Depok. Di balik pintu kaca berlapis film gelap, sesosok perwira menengah sibuk menelisik berkas perkara yang menumpuk. Ia adalah AKBP Made Gede Oka Utama, Kasat Reskrim yang baru beberapa bulan menjabat, namun sudah menorehkan sejumlah gebrakan. Di tengah pusaran kasus yang terus mengalir deras, Made justru memilih turun langsung ke lapangan, menyapa warga, dan mendengar keluh-kesah korban kejahatan. Baginya, pekerjaan polisi bukan sekadar statistik penyelesaian perkara—melainkan tentang kepercayaan yang harus dipulihkan, satu kasus demi satu kasus.

Dari Pulau Dewata ke Pusaran Urban Depok

Perjalanan karier AKBP Made Gede Oka Utama dimulai dari Akademi Kepolisian, lulusan terbaik yang kemudian ditempa di berbagai satuan reserse. Sebelum memimpin Satreskrim Depok, perwira asal Bali ini pernah bertugas di lingkungan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, membongkar jaringan kejahatan terorganisir. Pengalaman itulah yang kini mewarnai gayanya: metodis, berbasis data, namun tetap menyisipkan pendekatan kultural khas masyarakat urban Depok yang heterogen.

Di bawah komandonya, Satreskrim Polres Metro Depok mencatat peningkatan penyelesaian kasus hingga 18 persen dalam triwulan pertama. Angka itu bukan sekadar klaim; ia tunjukkan dalam paparan terbuka di hadapan media pekan lalu, lengkap dengan rincian modus operandi yang berhasil diungkap. Dari pencurian kendaraan bermotor hingga penipuan daring bermodus investasi bodong, semua dipetakan.

“Kami tidak hanya fokus mengejar pelaku, tapi juga memastikan kerugian korban bisa kembali. Kepercayaan publik adalah mata uang yang tak boleh kami rusak,” ujar AKBP Made Gede Oka Utama, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis lalu.

Sentuhan Teknologi di Tengah Rutinitas Konvensional

Satu hal yang menonjol dari pendekatannya adalah penerapan teknologi informasi dalam pengungkapan kasus. Tim siber bentukan Made kini menjadi ujung tombak membongkar kejahatan digital yang kian marak di kota penyangga Jakarta ini. Ia juga menggagas kanal pelaporan daring yang lebih responsif, memotong birokrasi yang kerap membuat masyarakat enggan melapor.

Namun, jangan bayangkan ia hanya sibuk di balik layar monitor. Made masih meluangkan waktu memimpin langsung operasi tangkap tangan, mengingatkan bahwa insting lapangan tak bisa digantikan algoritma. “Teknologi adalah alat, bukan tujuan. Detektif sejati tetap harus membaca gelagat tersangka, mengendus kebohongan, dan membangun hubungan dengan narasumber,” imbuhnya.

Gelombang Kejahatan Baru dan Respon Cepat

Depok, dengan populasi yang nyaris menyentuh dua juta jiwa dan mobilitas tinggi, kerap menjadi lahan subur bagi kejahatan jalanan. Beberapa bulan terakhir, laporan tentang pencurian dengan pemberatan dan penyalahgunaan narkoba meningkat. Made tak tinggal diam. Ia membentuk tim reaksi cepat yang berkolaborasi dengan Bhabinkamtibmas di tingkat kelurahan, memperkuat deteksi dini. Hasilnya, dua jaringan spesialis bobol rumah berhasil dilumpuhkan dalam waktu kurang dari sebulan.

Jumlah barang bukti yang diamankan hingga kini mencapai lebih dari 50 unit kendaraan bermotor dan uang tunai miliaran rupiah dari kasus penipuan investasi. Semua disimpan rapi di gudang barang bukti, menunggu putusan pengadilan agar bisa dikembalikan kepada pemilik sah.

“Setiap barang bukti yang kami sita adalah cerita pahit korban. Mengembalikannya adalah tugas moral yang harus kami tuntaskan,” kata Made, dengan nada yang tiba-tiba serius.

Di penghujung sesi, Made menyampaikan pesan sederhana: keamanan bukan monopoli polisi. Ia mengajak warga untuk memasang CCTV, melaporkan hal mencurigakan, dan tidak ragu mengakses layanan hotline Satreskrim Depok. Bagi Made, membangun simbiosis antara polisi dan masyarakat adalah benteng terkuat melawan kejahatan. Dan dari ruang kerjanya yang sederhana di Jalan Raya Bogor, ia terus mengawal pesan itu—pelan, konsisten, tanpa banyak gimik.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User