Kairo — Mesir Murka, Sebut Wasit “Rampok” Kemenangan atas Argentina
Pertandingan persahabatan internasional antara Mesir dan Argentina di Stadion Internasional Kairo, Senin malam (14/10), berakhir dengan kekecewaan mendalam
Pertandingan persahabatan internasional antara Mesir dan Argentina di Stadion Internasional Kairo, Senin malam (14/10), berakhir dengan kekecewaan mendalam bagi tuan rumah. Mesir takluk 2-3 dari Argentina dalam laga yang diwarnai dua keputusan kontroversial wasit asal Paraguay, Juan Benitez, yang langsung memicu kemarahan para pemain dan staf pelatih The Pharaohs. Mostafa Ziko, pencetak gol pembuka, dan pelatih kepala Hossam Hassan secara terbuka menyebut bahwa timnya “dirampok” oleh kepemimpinan wasit yang dinilai tidak adil.
Babak Pertama: Keunggulan Awal dan Respons Cepat
- Menit ke-12: Mesir unggul lebih dulu lewat gol sundulan Mostafa Ziko. Berawal dari tendangan penjuru Mohamed Salah, bola disambut Ziko di tiang dekat dan mengoyak jala gawang Emiliano Martinez. Skor 1-0.
- Menit ke-24: Argentina nyaris menyamakan kedudukan melalui sepakan Julian Alvarez, tetapi bola membentur mistar gawang Mesir yang dikawal Mohamed El Shenawy.
- Menit ke-34: Tim tamu akhirnya menyamakan skor. Dari skema kerja sama satu-dua apik antara Lionel Messi dan Enzo Fernandez, Messi melepaskan tendangan melengkung yang tak mampu dijangkau El Shenawy. Skor 1-1.
- Menit ke-42: Peluang emas Mesir terbuang. Mohamed Salah berhasil melewati dua bek Argentina dan berhadapan dengan Martinez, namun tembakannya melebar tipis di sisi kanan gawang.
- Babak pertama berakhir dengan skor 1-1.
Babak Kedua: Dua Keputusan Wasit yang Memicu Polemik
- Menit ke-53: Argentina berbalik unggul. Lionel Messi mencetak gol keduanya melalui titik penalti setelah wasit menilai Ahmed Hegazy melakukan pelanggaran terhadap Alvarez di kotak terlarang. Skor 1-2. Keputusan ini sempat diprotes pemain Mesir karena tayangan ulang menunjukkan kontak minimal.
- Menit ke-64: Mesir mendapatkan momentum emas. Hossam Abdelmaguid melepaskan tembakan akurat dari luar kotak penalti yang sempat ditepis Martinez, namun bola liar disambar sang kapten untuk gol yang tampaknya akan mengubah skor menjadi 2-2.
- Menit ke-66: Wasit Benitez membatalkan gol Abdelmaguid setelah berkonsultasi dengan asisten video wasit (VAR) selama hampir tiga menit. Dalam tayangan ulang, posisi lengan Abdelmaguid dianggap offside dalam proses build-up, meski sangat tipis dan memicu perdebatan.
- Menit ke-72: Keadaan semakin memanas. Pemain Mesir kehilangan fokus, dan serangan balik Argentina berbuah gol ketiga dari tendangan jarak jauh Rodrigo De Paul yang membentur Hegazy dan berubah arah masuk gawang. Skor 1-3.
- Menit ke-85: Mesir mencetak gol hiburan lewat sundulan Omar Marmoush memanfaatkan umpan silang Mohamed Salah, memperkecil ketertinggalan menjadi 2-3 yang bertahan hingga laga usai.
Pasca Pertandingan: Amarah Ziko dan Hassan Meledak
- Seusai peluit akhir, Mostafa Ziko langsung menghampiri wasit dan terlibat adu mulut. Dalam wawancara dengan stasiun televisi lokal, gelandang serang berusia 26 tahun itu berkata, “Kami merasa dirampok. Gol kami sah dan tidak ada offside jelas. VAR hanya digunakan untuk menyakiti kami.”
- Pelatih kepala Hossam Hassan, legenda sepak bola Mesir, juga tak bisa menahan emosi. “Ini bukan pertama kalinya keputusan kontroversial merugikan kami. Saya minta Asosiasi Sepak Bola Afrika (CAF) dan FIFA untuk menyelidiki standar perwasitan malam ini,” tegasnya dalam konferensi pers yang berlangsung hingga 35 menit.
- Statistik menunjukkan penguasaan bola hampir seimbang: Mesir 47% berbanding Argentina 53%. Jumlah tendangan tepat sasaran juga tipis, yaitu 5-6. Gol yang dianulir menjadi titik balik yang menentukan hasil akhir.
- Federasi Sepak Bola Mesir (EFA) dilaporkan akan mengajukan protes resmi kepada FIFA atas kepemimpinan wasit Juan Benitez. Sementara itu, media Mesir menyoroti bahwa wasit Paraguay tersebut sebelumnya pernah terlibat kontroversi di ajang Copa Libertadores 2025.
Pertandingan ini menjadi ujian berat bagi mental para pemain Mesir jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Afrika. Meski kalah, penampilan kolektif tim asuhan Hossam Hassan mendapat apresiasi dari sejumlah pengamat, namun jelas bahwa rasa frustrasi akibat keputusan kontroversial secara langsung memengaruhi hasil akhir. Publik sepak bola Mesir pun ramai-ramai menyuarakan dukungan melalui tagar #JusticeForPharaohs yang menggema di media sosial.
Comments (0)