[Kairo] — Zico Tuding Piala Dunia Futsal Diatur untuk Kemenangan Argentina
Dunia futsal kembali bergolak. Sebuah klaim eksplosif dilontarkan oleh bintang tim nasional Mesir, Zico, yang secara terbuka menyebut turnamen Piala Dunia
Dunia futsal kembali bergolak. Sebuah klaim eksplosif dilontarkan oleh bintang tim nasional Mesir, Zico, yang secara terbuka menyebut turnamen Piala Dunia Futsal 2024 telah diatur untuk memuluskan langkah Argentina menuju trofi. Pernyataan itu muncul tak lama setelah Argentina mengalahkan Brasil di final dengan skor 3-1, menambah koleksi gelar global negara tersebut setelah Piala Dunia sepak bola 2022. Zico, yang akrab disapa "Mago" oleh para penggemar, menulis di media sosial: “Selamat kepada Argentina atas Piala Dunia lainnya. Kalian tahu apa yang saya maksud.” Unggahan itu langsung memicu reaksi berantai dari pengamat, mantan pemain, dan federasi anggota FIFA yang mendesak investigasi menyeluruh.
Babak Semifinal: Ketika Keputusan Wasit Jadi Pusat Kontroversi
Mesir, yang tampil sebagai kuda hitam, bertemu Argentina di semifinal pada 4 Oktober 2024. Laga berlangsung ketat hingga menit-menit kritis. Rangkaian peristiwa yang dikutip dari rekaman resmi FIFA dan laporan teknis pertandingan menunjukkan urutan kronologis yang kini diperdebatkan:
- Menit 34:12 — Mesir unggul 2-1 lewat gol pivot Ali Eissa. Hingga detik itu, statistik menunjukkan Mesir unggul penguasaan bola 53%–47% dan mencatat 8 tembakan tepat sasaran berbanding 5 milik Argentina.
- Menit 37:45 — Wasit asal Spanyol, Javier Moreno, menganulir gol kedua Mesir yang dicetak melalui skema power play. Tinjauan VAR berdurasi 4 menit 23 detik menyatakan terjadi pelanggaran terhadap kiper Argentina, meski rekaman sudut terbalik memperlihatkan kontak minimal. Keputusan ini menuai protes keras dari staf pelatih Mesir.
- Menit 39:02 — Argentina mencetak gol penyama kedudukan melalui aksi solo Alan Brandi. Namun, tayangan ulang memperlihatkan kemungkinan handsball satu detik sebelum tembakan dilepaskan. VAR tidak melakukan intervensi.
- Menit 41:50 — Di tengah kebingungan, Mesir melakukan pelanggaran keempat. Wasit menunjuk titik penalti kedua (10 meter). Lucas Tripodi mengeksekusi dan membawa Argentina berbalik unggul 3-2. Data mencatat, sampai laga usai, Mesir tak lagi mampu menciptakan peluang karena waktu tersisa hanya 2 menit 10 detik.
Pasca-pertandingan: Protes Mesir Ditolak, Argentina Melaju
Federasi Sepak Bola Mesir (EFA) langsung mengajukan protes resmi ke Komite Disiplin FIFA kurang dari 2 jam setelah laga berakhir. Mereka mendalilkan tiga poin utama: (1) proses pengambilan keputusan VAR yang tidak transparan, (2) penunjukan wasit yang memiliki riwayat kontroversi saat memimpin laga yang melibatkan tim Amerika Selatan, dan (3) ketidak konsistenan penerapan aturan pelanggaran kumulatif. FIFA menolak protes tersebut pada 5 Oktober 2024, menyatakan “semua keputusan diambil berdasarkan Laws of the Game dan protokol VAR yang berlaku.”
Final dan Pernyataan Zico yang Memantik Api
Argentina kemudian menghadapi Brasil di final pada 6 Oktober 2024 dan menang 3-1 dengan dua gol dicetak di 4 menit terakhir. Sehari setelah final, Zico mengunggah video berdurasi 37 detik yang menampilkan cuplikan keputusan kontroversial di semifinal, disertai keterangan “Selamat kepada Argentina atas Piala Dunia lainnya.” Dalam 48 jam, unggahan itu ditonton 12 juta kali dan dibagikan 340 ribu kali. Sejumlah pemain dari Maroko, Portugal, dan Thailand memberi isyarat dukungan melalui emoji mata dan tagar #AnotherOne. Sebaliknya, Asosiasi Futsal Argentina menyebut klaim tersebut “tidak berdasar dan tidak menghormati perjuangan para pemain.”
Pernyataan Zico seolah membuka kotak Pandora. Publik internasional kini berharap tim-tim nasional yang pernah merasa “dijegal” secara tak adil saat melawan Argentina—seperti Belanda di Piala Dunia 2022 atau Prancis di final yang sama—juga berani mengangkat suara. Sementara itu, Komisi Etik FIFA dikabarkan sedang menjajaki kemungkinan investigasi berdasarkan Pasal 20 Kode Disiplin tentang perilaku yang merugikan integritas pertandingan. Perkembangan ini menambahkan babak baru dalam wacana transparansi teknologi dan tata kelola wasit di ajang puncak futsal dunia.
Comments (0)