Momen Haru: Muazin Pandeglang Wafat Saat Kumandangkan Azan Salat Jumat

Pandeglang, Terdepan.id – Sebuah peristiwa mengharukan terjadi di Masjid Jami Attaqwa, Desa Mandalawangi, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang. Seorang muazin bernama Tb Tata Sukirta mening

Jul 06, 2026 - 12:53
0 0
Momen Haru: Muazin Pandeglang Wafat Saat Kumandangkan Azan Salat Jumat

Pandeglang, Terdepan.id – Sebuah peristiwa mengharukan terjadi di Masjid Jami Attaqwa, Desa Mandalawangi, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang. Seorang muazin bernama Tb Tata Sukirta meninggal dunia saat tengah mengumandangkan azan salat Jumat. Momen pilu ini terekam kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di area masjid dan kemudian viral di media sosial.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar, Sukirta terlihat berdiri di bagian depan masjid dan mulai mengumandangkan azan dengan suara lantang. Namun, saat azan sedang berkumandang, tiba-tiba ia jatuh tersungkur. Para jamaah yang sudah hadir untuk menunaikan ibadah salat Jumat sontak terkejut dan bergegas menolong korban. Beberapa orang langsung membopong tubuh Sukirta keluar dari area mimbar untuk memberikan pertolongan pertama.

Sayangnya, nyawa muazin yang dikenal sebagai sosok taat dan ramah itu tidak dapat diselamatkan. Ia diduga mengalami serangan jantung mendadak saat menjalankan tugasnya. Hingga kini, pihak keluarga dan pengurus masjid masih berduka atas kepergian almarhum.

“Beliau adalah muazin tetap di masjid kami selama bertahun-tahun. Kepergiannya sangat mengejutkan dan meninggalkan duka mendalam bagi seluruh jamaah,” ujar salah seorang pengurus masjid yang enggan disebutkan namanya, saat diwawancarai awak media.

Informasi yang dihimpun Terdepan.id menyebutkan, almarhum Tb Tata Sukirta sebelumnya tidak memiliki riwayat penyakit serius. Namun, kondisi fisiknya mungkin menurun akibat faktor usia. Pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai takdir dan mengikhlaskan kepergian sang muazin.

Respons Warga dan Media Sosial

Video detik-detik Sukirta terjatuh saat azan langsung menyebar luas di sejumlah platform media sosial. Banyak warganet yang turut berduka dan mendoakan almarhum. Komentar seperti “Innalillahi wainna ilaihi rajiun, husnul khatimah” dan “Semoga diterima di sisi Allah” memenuhi unggahan video tersebut.

Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi banyak orang tentang betapa singkatnya kehidupan. Sejumlah tokoh agama setempat mengajak masyarakat untuk selalu mempersiapkan diri menghadapi kematian dan meneladani pengabdian almarhum yang menghembuskan napas terakhirnya saat menyeru panggilan ibadah.

Jenazah almarhum kemudian disemayamkan di rumah duka dan dimakamkan di pemakaman keluarga di Desa Mandalawangi pada sore harinya. Ribuan pelayat hadir memberikan penghormatan terakhir. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
olivia-hartono

Reporter Pasar Modal. Reporter saham, obligasi, dan emiten.

Comments (0)

User