Astra Dampingi Desa Les Bali Raih Juara Wisata Nasional, Model Harmonisasi Alam dan Budaya

Jakarta - Pembangunan dan pelestarian sering kali diposisikan berseberangan: mengejar pertumbuhan ekonomi dianggap mengorbankan alam dan budaya, sementara konservasi dinilai memperlambat modernisasi.

Jul 06, 2026 - 12:53
0 0
Astra Dampingi Desa Les Bali Raih Juara Wisata Nasional, Model Harmonisasi Alam dan Budaya

Jakarta - Pembangunan dan pelestarian sering kali diposisikan berseberangan: mengejar pertumbuhan ekonomi dianggap mengorbankan alam dan budaya, sementara konservasi dinilai memperlambat modernisasi. Namun, Desa Les di Kabupaten Buleleng, Bali, membantah dikotomi itu. Dibuktikan lewat raihan juara nasional di bidang wisata, desa ini menunjukkan bahwa tradisi, lingkungan, dan kesejahteraan bisa tumbuh beriringan. Di balik capaian tersebut, terdapat peran sentral pendampingan PT Astra International Tbk melalui program Desa Sejahtera Astra (DSA) yang konsisten mengangkat potensi lokal tanpa menggerus jati diri masyarakat.

Terletak di pesisir utara Pulau Dewata, Desa Les dikelilingi bentang alam yang memadukan perbukitan hijau dan garis pantai vulkanik yang khas. Kekayaan ini selama bertahun-tahun menjadi nadi penghidupan warga pada sektor pertanian, perikanan tangkap, dan produksi garam tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Namun, minimnya akses pasar dan infrastruktur wisata membuat potensi tersebut belum tergarap optimal. Kehadiran DSA mengubah lanskap itu: pelaku UMKM didampingi dalam pengemasan produk garam artisan, kelompok nelayan diperkuat dengan teknologi ramah lingkungan, dan pemuda desa dilatih mengelola ekowisata berbasis komunitas.

Sinergi yang Menggerakkan Ekonomi Desa

Bagi Kepala Desa Les, I Wayan Taman, kemenangan ini adalah bukti bahwa semangat gotong royong yang dipadukan dengan strategi tepat bisa mengubah desa terpencil menjadi destinasi yang diperhitungkan.

“Dulu wisatawan hanya lewat, kini mereka singgah dan menginap. Garam kami yang dulu hanya dijual di pasar lokal, sekarang sudah menembus hotel-hotel besar di Bali selatan. Semua ini berkat pelatihan pemasaran digital dan pendampingan kualitas produk dari Astra,” ujarnya saat ditemui di tengah perayaan kemenangan lomba desa wisata tingkat nasional.

Desa Les kini memiliki paket wisata terintegrasi: pengunjung bisa belajar memanen garam di tambak tradisional, menyusuri sawah dengan sistem subak, hingga mengikuti ritual adat yang masih dijaga ketat. Homestay yang dikelola warga menjadi tulang punggung akomodasi, mengalirkan pendapatan langsung ke keluarga-keluarga setempat. Data dari pengelola DSA mencatat, kunjungan wisatawan meningkat lebih dari 200% dalam dua tahun terakhir, mendorong omzet kelompok usaha mikro hingga tiga kali lipat.

Kemenangan yang Melampaui Piala

Raihan juara nasional yang diberikan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bukan sekadar pengakuan formal. Ini menegaskan bahwa model pembangunan partisipatif yang diusung Astra—di mana masyarakat menjadi subjek, bukan objek—menghasilkan dampak berkelanjutan. Desa Les bukan lagi sekadar contoh lokal, melainkan prototipe yang bisa direplikasi di wilayah lain Indonesia.

Ke depan, pemerintah desa bersama Astra berencana memperluas program konservasi terumbu karang sebagai daya tarik wisata selam, sembari memastikan setiap pengembangan berpegang pada kearifan lokal. Dengan modal kemenangan ini, Desa Les siap melangkah sebagai ikon desa wisata yang mengharumkan Bali—sekaligus membuktikan bahwa kemajuan tidak harus mengorbankan akar budaya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lidia-susanto

Editor Ekonomi Digital. Editor transformasi digital dan ekonomi digital.

Comments (0)

User