Mantan Penyidik KPK Dorong Pengusutan Tuntas Kasus Batu Bara
Jakarta — Dukungan terhadap langkah Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri dalam mengusut dugaan korupsi pasokan batu bara terus mengalir. Kali ini, mantan penyidik Komisi
Jakarta — Dukungan terhadap langkah Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri dalam mengusut dugaan korupsi pasokan batu bara terus mengalir. Kali ini, mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Yudi Purnomo Harahap, angkat bicara dan mendesak agar aktor intelektual di balik perkara yang merugikan negara hingga Rp 5 triliun itu segera ditangkap.
Yudi menyampaikan kecurigaannya bahwa skandal yang memicu pemadaman listrik massal atau blackout di Sumatera dan sejumlah wilayah Indonesia ini melibatkan dalang yang terencana. Menurutnya, dampak korupsi ini sudah sangat masif karena menyentuh banyak Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).
“Curiga bahwa ini ada aktor intelektual korupsinya karena masif ke sejumlah PLTU dan mereka tidak berpikir dampaknya bagi masyarakat tetapi hanya bagi keuntungannya sendiri. Untuk itulah, harus dibongkar siapa saja pelaku korupsinya,” ujar Yudi kepada awak media, Selasa (7/7/2026).
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa para pelaku tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga mengorbankan hajat hidup orang banyak. Blackout yang terjadi di beberapa daerah telah mengganggu aktivitas ekonomi, layanan kesehatan, dan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Berdasarkan informasi yang dirangkum Terdepan.id, dugaan praktik curang dalam pemenuhan pasokan batu bara ini ternyata tidak berlangsung singkat. Jejaknya sudah terdeteksi sejak tahun 2018, menandakan adanya kelemahan sistemik dalam pengawasan yang dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk meraup keuntungan pribadi.
Yudi berharap Kortas Tipikor Polri mampu bekerja secara profesional dan transparan. Ia menekankan bahwa penanganan perkara ini bukan sekadar pemulihan kerugian negara, melainkan juga untuk memastikan pasokan energi nasional tidak kembali disandera oleh kepentingan segelintir orang.
Kasus ini menjadi ujian besar bagi lembaga antikorupsi di tubuh Polri, mengingat skala kerugian yang fantastis dan luasnya dampak sosial yang ditimbulkan. Publik kini menanti seberapa cepat otak pelaku bisa diungkap dan diseret ke pengadilan.
Comments (0)