Keir Starmer Mundur, Andy Burnham Jadi PM Inggris Berikutnya?
LONDON, Terdepan.id — Peta politik Inggris kembali berguncang setelah Perdana Menteri Keir Starmer secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya pada Senin (22/06) dari kediaman resmi di 10 Downing
LONDON, Terdepan.id — Peta politik Inggris kembali berguncang setelah Perdana Menteri Keir Starmer secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya pada Senin (22/06) dari kediaman resmi di 10 Downing Street. Keputusan tersebut mengejutkan banyak pihak mengingat Starmer baru dua tahun membawa Partai Buruh kembali ke tampuk kekuasaan setelah puasa 14 tahun sebagai oposisi.
Kemenangan telak Partai Buruh pada pemilihan umum 2024 menjadi momentum bersejarah yang mengakhiri dominasi Partai Konservatif. Starmer tampil sebagai arsitek kemenangan dengan janji stabilitas dan reformasi. Namun, langkahnya kini justru terhenti di tengah jalan akibat tekanan politik yang kian memuncak dalam beberapa pekan terakhir. Dalam pernyataannya, Starmer menegaskan bahwa penggantinya akan dipilih sebelum parlemen memasuki jeda sidang musim panas pada September 2026, menandakan transisi kepemimpinan yang terukur namun tetap menyisakan banyak tanda tanya.
"Saya telah memberikan segala upaya untuk negeri ini, tapi saya percaya inilah saat yang tepat bagi partai untuk memilih pemimpin baru yang akan membawa Inggris menuju masa depan yang lebih baik," ujar Starmer dengan nada tenang namun tegas.
Andy Burnham Mencuat Sebagai Kandidat Kuat
Nama Wali Kota Greater Manchester, Andy Burnham, langsung mencuat ke permukaan sebagai salah satu kandidat terkuat pengganti Starmer. Burnham yang merupakan mantan menteri di era Perdana Menteri Gordon Brown dan Jeremy Corbyn, dikenal sebagai figur kiri-tengah yang vokal memperjuangkan desentralisasi kekuasaan dan keadilan sosial. Popularitasnya melambung sejak penanganannya terhadap berbagai krisis di Manchester serta sikap kritisnya terhadap kebijakan pemerintah pusat sebelum era Starmer.
Terdepan.id mencatat, sejumlah petinggi Partai Buruh disebut-sebut mulai bergerilya menggalang dukungan untuk Burnham. Meski demikian, Burnham bukan satu-satunya nama. Menteri Keuangan saat ini dan mantan Ketua Partai Buruh juga disebut memiliki basis pendukung yang solid di internal partai. Persaingan memperebutkan kursi perdana menteri diprediksi akan berlangsung ketat dan bisa membawa pergeseran arah kebijakan yang signifikan.
Apa Selanjutnya bagi Inggris?
Jelang pemilihan pemimpin baru, bursa taruhan politik menempatkan Burnham sebagai kandidat dengan peluang tertinggi, meskipun marginnya masih tipis. Pengamat menilai, siapa pun yang terpilih akan mewarisi pekerjaan rumah besar: mulai dari pemulihan ekonomi pasca-krisis, kesenjangan sosial yang melebar, hingga posisi Inggris di panggung geopolitik global yang kian kompleks.
Proses pemilihan pemimpin Partai Buruh—sekaligus Perdana Menteri baru—dijadwalkan rampung sebelum September 2026. Dengan tenggat yang relatif singkat, peta koalisi dan lobi-lobi politik di Westminster akan menjadi penentu arah Inggris selanjutnya. Akankah Burnham yang akan menuntaskan estafet kepemimpinan Starmer? Atau justru nama lain yang akan muncul sebagai kejutan? Terdepan.id akan terus menghadirkan laporan mendalam dari pusaran politik Inggris.
Comments (0)