JAKARTA, TERDEPAN.ID – Aksi brutal geng motor kembali meresahkan warga Ibu Kota. Tiga warga di kawasan Tanah Tinggi,
Berdasarkan informasi yang dihimpun Terdepan.id dari pihak kepolisian, insiden tersebut bermula saat rombongan besar pengendara sepeda motor melintas di lokasi kejadian. Kelompok yang diperkirakan
Berdasarkan informasi yang dihimpun Terdepan.id dari pihak kepolisian, insiden tersebut bermula saat rombongan besar pengendara sepeda motor melintas di lokasi kejadian. Kelompok yang diperkirakan berjumlah sekitar 40 orang dengan sedikitnya 20 sepeda motor itu diduga sedang melakukan konvoi. Tanpa alasan yang jelas, beberapa orang di antaranya tiba-tiba menyerang warga yang sedang berada di pinggir jalan, menggunakan senjata tajam jenis celurit atau parang.
"Aksi yang viral di media sosial tersebut dilakukan oleh kelompok yang diperkirakan berjumlah sekitar 40 orang dengan menggunakan sekitar 20 sepeda motor," ungkap Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol. Reynold Hutagalung, dalam keterangan resminya, Minggu (28/6).
Akibat serangan itu, tiga orang warga mengalami luka bacok di beberapa bagian tubuh. Identitas para korban masih belum diungkap secara rinci oleh kepolisian, namun dipastikan mereka langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif. Kondisi ketiga korban saat ini dikabarkan stabil meskipun mengalami luka serius.
Menindaklanjuti kejadian yang sempat menghebohkan media sosial tersebut, jajaran Polres Metro Jakarta Pusat bergerak cepat melakukan penyelidikan. Dalam waktu relatif singkat, petugas berhasil mengidentifikasi dan mengamankan lima orang yang diduga kuat sebagai pelaku pembacokan. Saat ini, kelima terduga pelaku telah ditahan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga masih memburu pelaku lainnya yang diduga ikut terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.
"Kami sudah mengamankan lima orang terduga pelaku dan akan terus mengembangkan kasus ini untuk menangkap semua pihak yang terlibat. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan penanganan sepenuhnya kepada pihak berwajib," tambah Kombes Pol. Reynold, menegaskan komitmen kepolisian dalam memberantas aksi kriminal geng motor di wilayah hukum Jakarta Pusat.
Sementara itu, Rekaman video amatir yang merekam detik-detik penyerangan tersebut beredar luas di berbagai platform media sosial, memicu kecaman dan kekhawatiran dari masyarakat. Warga setempat mengaku resah dengan maraknya aksi geng motor yang kerap beroperasi di malam hingga dini hari. Polres Metro Jakarta Pusat pun berjanji akan meningkatkan patroli di jam-jam rawan serta melakukan tindakan tegas terhadap segala bentuk gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Pihak kepolisian juga membuka posko pengaduan dan meminta masyarakat segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.
Comments (0)