Hingga Senin (15/6) pagi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus melaju di zona hijau. Berdasarkan data perdagangan ya
Angka ini mencerminkan lonjakan sebesar 3,47% atau setara 208,42 poin apabila dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan pada Jumat pekan lalu. Sejumlah kalangan menilai momentum positif ini se
Angka ini mencerminkan lonjakan sebesar 3,47% atau setara 208,42 poin apabila dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan pada Jumat pekan lalu. Sejumlah kalangan menilai momentum positif ini sebagai wujud keberhasilan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), pemerintah, dan lembaga terkait dalam merebut kembali kepercayaan pasar yang sempat mengendur.
Indikator Fundamental Ekonomi
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia yang juga menjabat sebagai Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menyebut penguatan IHSG merupakan sinyal utama bahwa investor menangkap perbaikan fundamental ekonomi Indonesia. Dalam keterangan yang diterima Terdepan.id, Minggu (14/6/2026), Dony menyampaikan apresiasinya kepada para pelaku pasar.
"Kita tentu berterima kasih kepada seluruh investor yang menunjukkan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi kita maupun fundamental perusahaan-perusahaan Indonesia. Kinerja yang baik tersebut membuat IHSG menguat cukup signifikan, termasuk rupiah yang juga menunjukkan penguatan," ujar Dony.
Ia menambahkan, kombinasi antara membaiknya data ekonomi makro dan kinerja korporasi domestik menjadi katalis utama yang mendorong aliran modal asing masuk ke pasar modal Indonesia. Penguatan rupiah yang terjadi bersamaan dengan lonjakan IHSG, menurutnya, menegaskan bahwa sentimen positif ini bersifat menyeluruh dan bukan sekadar aksi teknikal sesaat.
Pasar saham dalam beberapa pekan terakhir memang menunjukkan tren pemulihan setelah sebelumnya dibayangi ketidakpastian global. Namun, respons cepat dari para pemangku kebijakan, termasuk langkah strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas fiskal dan moneter, dinilai berhasil mengembalikan optimisme investor.
Sejumlah analis yang dihubungi terpisah oleh Terdepan.id memperkirakan IHSG masih memiliki ruang penguatan sepanjang arus modal asing terus masuk dan kinerja emiten kuartal berikutnya tetap solid. Meski demikian, investor tetap disarankan mencermati perkembangan eksternal, terutama kebijakan suku bunga global dan dinamika geopolitik yang dapat memicu volatilitas.
Dengan capaian level 6.216,07 pada sesi awal pekan, IHSG kini semakin mendekati target psikologis berikutnya. Jika momentum ini berlanjut, bukan tidak mungkin indeks akan menguji level-level tertinggi baru dalam waktu dekat, sejalan dengan ekspektasi pertumbuhan ekonomi nasional yang tetap resilien di tengah tantangan global.
Comments (0)