Dukung Kompetensi Wartawan, Pegadaian Kembali Gelar UKW di Jakarta-Surabaya
Terdepan.id, Jakarta – PT Pegadaian (Persero) kembali menegaskan komitmennya terhadap pengembangan profesionalisme pers nasional dengan menyelenggarakan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) pada Juni 2026
Terdepan.id, Jakarta – PT Pegadaian (Persero) kembali menegaskan komitmennya terhadap pengembangan profesionalisme pers nasional dengan menyelenggarakan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) pada Juni 2026. Program yang digelar bekerja sama dengan Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) ini merupakan kelanjutan dari inisiatif yang telah menjangkau ratusan jurnalis dari berbagai daerah sejak tahun sebelumnya.
Hingga pertengahan 2026, rangkaian UKW Pegadaian telah menjadi salah satu program berkelanjutan yang paling dinantikan di kalangan insan media. Sejak pertama kali digulirkan pada 2025, program ini konsisten melatih dan menguji kompetensi wartawan, memperkuat fondasi jurnalisme yang akurat, independen, dan bertanggung jawab. Berdasarkan laporan yang dihimpun Terdepan.id, komitmen ini tidak hanya berhenti pada sertifikasi, tetapi juga pada pembentukan ekosistem pers yang lebih sehat dan bermartabat.
UKW Serentak di Dua Kota Besar
Untuk sesi pertama di 2026, UKW Pegadaian diselenggarakan di Jakarta pada 3–5 Juni, diikuti dengan gelombang kedua di Surabaya pada 24–26 Juni. Total 40 wartawan dari 37 media ambil bagian dalam kedua lokasi tersebut, mewakili spektrum media yang luas dari cetak, elektronik, hingga digital. Keberagaman peserta ini mencerminkan jangkauan program yang inklusif, memastikan bahwa wartawan dari berbagai jenjang dan latar belakang memiliki akses yang sama terhadap peningkatan kompetensi.
Dalam sesi UKW Surabaya, Wakil Ketua Dewan Pers, Totok Suryanto, menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif Pegadaian yang dinilainya berdampak langsung pada kualitas pemberitaan. Ia menekankan bahwa dukungan korporasi seperti ini sangat krusial untuk memperkuat peran pers sebagai pilar demokrasi.
"Kami sangat mengapresiasi konsistensi Pegadaian dalam mendukung peningkatan kompetensi wartawan. Program ini memberikan dampak dan manfaat yang signifikan bagi para wartawan, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas informasi yang sampai ke publik," ungkap Totok Suryanto dalam sambutannya.
Senada dengan hal itu, Direktur Lembaga Pers Dr. Soetomo, Kristanto Hartadi, menegaskan bahwa kemitraan dengan Pegadaian telah menjadi pilar penting dalam menjaga standar jurnalisme Indonesia. Menurutnya, dukungan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini menjadi bukti nyata bahwa tanggung jawab membangun pers yang berkualitas bukan hanya tugas insan media, melainkan juga elemen bangsa lainnya.
"Dukungan Pegadaian adalah kontribusi nyata dalam menjaga kualitas jurnalisme Indonesia. Ini bukan sekadar program pelatihan, tetapi investasi jangka panjang untuk kepercayaan publik terhadap media," ujar Kristanto Hartadi.
Lebih jauh, Kristanto menambahkan bahwa kolaborasi dengan LPDS telah menghasilkan standar pengujian yang ketat namun mendidik, memastikan para peserta UKW benar-benar siap menghadapi tantangan dunia pemberitaan modern yang kian kompleks. Materi uji mencakup etika jurnalistik, verifikasi fakta, hingga penggunaan teknologi digital dalam peliputan, sehingga menghasilkan wartawan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga berintegritas.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari tanggung jawab sosial lingkungan Pegadaian dalam bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Dengan melibatkan lembaga resmi seperti Dewan Pers dan LPDS, Pegadaian memastikan bahwa sertifikasi yang diberikan memiliki legitimasi penuh sesuai dengan standar nasional.
Melalui penyelenggaraan UKW yang berkesinambungan, Pegadaian berharap dapat terus menjadi katalisator lahirnya wartawan-wartawan profesional yang mampu menghasilkan karya jurnalistik bermutu, memperkuat peran pers sebagai pengawal akuntabilitas publik, dan pada akhirnya turut membangun Indonesia yang lebih informatif dan demokratis.
Comments (0)