Bocah 11 Tahun Tabrakkan Truk ke Rombongan Biksu, 8 Tewas dan 10 Luka di Thailand

Mukdahan, Terdepan.id – Sebuah tragedi mengerikan terjadi di Provinsi Mukdahan, Thailand timur laut, pada Kamis (2/7) ketika seorang bocah berusia 11 tahun mengemudikan truk orang tuanya dan mena

Jul 06, 2026 - 13:12
0 0
Bocah 11 Tahun Tabrakkan Truk ke Rombongan Biksu, 8 Tewas dan 10 Luka di Thailand

Mukdahan, Terdepan.id – Sebuah tragedi mengerikan terjadi di Provinsi Mukdahan, Thailand timur laut, pada Kamis (2/7) ketika seorang bocah berusia 11 tahun mengemudikan truk orang tuanya dan menabrak sebuah iring-iringan prosesi keagamaan Buddha. Insiden ini menewaskan delapan biksu dan melukai sepuluh orang lainnya, menciptakan duka mendalam bagi komunitas setempat.

Berdasarkan laporan yang dihimpun Terdepan.id, rombongan yang terdiri dari 35 biksu dan lima umat awam itu sedang berjalan kaki di bahu jalan saat truk jenis pikap meluncur dan langsung menghantam mereka dari arah belakang. Prosesi tersebut merupakan bagian dari kegiatan rutin keagamaan, di mana para biksu berjalan menerima persembahan makanan dari warga. Tabrakan terjadi begitu cepat sehingga banyak korban tidak sempat menghindar.

Kepolisian setempat segera mengamankan lokasi dan mengidentifikasi pengemudi sebagai seorang anak di bawah umur. Mayor Jenderal Polisi Pairoj Thaiphutsa, Komandan Kepolisian Provinsi Mukdahan, membenarkan bahwa kendaraan yang terlibat telah disita untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Tersangka adalah seorang anak. Kendaraan tersebut telah dibawa untuk pemeriksaan forensik guna menentukan penyebab pastinya,” ujar Thaiphutsa kepada awak media.

Hingga saat ini, motif dan kronologi lengkap masih dalam tahap pengumpulan data. Dugaan awal menyebutkan bahwa sang bocah mungkin mengambil kendaraan tanpa sepengetahuan orang tuanya dan kehilangan kendali. Tidak ditemukan indikasi kesengajaan atau unsur kriminal lainnya pada diri anak tersebut, namun polisi tetap membuka semua kemungkinan.

Dampak psikologis insiden ini sangat besar. Warga setempat yang menyaksikan langsung peristiwa tersebut mengaku trauma, melihat jasad para biksu yang tergeletak di aspal dengan jubah saffron mereka yang berlumuran darah. Tim penyelamat dan petugas medis segera mengevakuasi korban luka ke rumah sakit terdekat, sementara keluarga korban tewas mulai berdatangan untuk proses identifikasi.

Tanggung Jawab Hukum Anak di Bawah Umur

Kasus ini memicu kembali diskusi mengenai pengawasan orang tua dan akses anak terhadap kendaraan bermotor di Thailand. Meski secara hukum seorang anak berusia 11 tahun belum dapat dimintai pertanggungjawaban pidana penuh, aparat kepolisian tetap akan memeriksa secara forensik kendaraan dan memintai keterangan saksi, termasuk orang tua yang menjadi pemilik truk.

Data keselamatan jalan di Thailand menunjukkan tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pengemudi di bawah umur, seringkali karena kurangnya pengawasan. Dalam banyak kasus, orang tua dapat dimintai pertanggungjawaban perdata atas kelalaian yang mengakibatkan cedera atau kematian.

Duka mendalam kini menyelimuti kuil-kuil di Mukdahan dan daerah sekitarnya. Kedelapan biksu yang gugur di jalan itu telah menjadi bagian penting dari kehidupan spiritual masyarakat. Proses pemakaman akan digelar secara adat Buddha, sementara keluarga korban dan para penyintas terus mendapatkan dukungan psikologis dari pemerintah setempat dan organisasi keagamaan.

Pihak kepolisian berjanji akan mengumumkan hasil investigasi forensik dalam waktu dekat, termasuk penyebab teknis kecelakaan serta langkah hukum yang akan diambil. Terdepan.id akan terus memantau perkembangan kasus ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fahmi-reza

Reporter Startup. Reporter startup dan ekosistem pendanaan.

Comments (0)

User