Ancaman Iran Bakal Tutup Lagi Selat Hormuz Jika Israel Lakukan Hal Ini
Terdepan.id - Iran dilaporkan kembali menutup akses di Selat Hormuz, jalur laut strategis yang menjadi urat nadi perdagangan minyak dunia. Langkah itu disebut sebagai respons langsung atas tindakan
Terdepan.id - Iran dilaporkan kembali menutup akses di Selat Hormuz, jalur laut strategis yang menjadi urat nadi perdagangan minyak dunia. Langkah itu disebut sebagai respons langsung atas tindakan Israel yang terus melancarkan serangan ke Lebanon Selatan, di tengah proses perundingan antara Teheran dan Washington untuk mengakhiri ketegangan.
Sumber pejabat Iran yang dekat dengan tim negosiasi Iran-Amerika Serikat mengonfirmasi, Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali selama gencatan senjata di Lebanon belum sepenuhnya dihormati. Kantor berita Iran, Tasnim, yang pertama kali memberitakan kabar ini, menekankan bahwa penutupan dilakukan sebagai bentuk penegasan sikap Iran terhadap agresi militer di kawasan.
"Selat Hormuz akan tetap tertutup. Tidak akan ada pembukaan selama Israel belum menghentikan serangan dan gencatan senjata di Lebanon tidak dihormati sepenuhnya," ujar sumber tersebut, seperti dikutip dari laporan Tasnim, Selasa (waktu setempat).
Penutupan ini terjadi di saat yang krusial. Iran dan Amerika Serikat sedang menjalin komunikasi di Swiss, sebuah upaya untuk mencari solusi diplomatik sekaligus meredakan potensi perang terbuka yang semakin nyata. Namun, serangan Israel ke Lebanon Selatan justru dinilai memperburuk situasi dan membuat Teheran mengambil langkah tegas.
Selat Hormuz sendiri merupakan titik vital yang dilewati sekitar seperlima dari total pasokan minyak global. Penutupan jalur ini diperkirakan akan memicu lonjakan harga energi dan meningkatkan kekhawatiran stabilitas ekonomi dunia. Langkah Iran ini jelas menjadi pesan kuat bahwa penyelesaian konflik di Lebanon harus menjadi prioritas dalam setiap perundingan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada respons resmi dari pihak Israel maupun Amerika Serikat terkait perkembangan terbaru di Selat Hormuz. Namun, para pengamat menilai bahwa eskalasi di perairan Teluk dapat memperumit negosiasi yang sedang berlangsung, sekaligus membuka babak baru ketegangan di Timur Tengah.
Terdepan.id akan terus mengabarkan perkembangan situasi ini secara berkala.
Comments (0)