Sandiaga Uno dan Pelaku Usaha Soroti Potensi Besar Kecerdasan Buatan untuk Bisnis Indonesia
Jakarta – Para pemimpin usaha di Indonesia kini dihadapkan pada berbagai dinamika yang menuntut adaptasi cepat, mulai dari perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI), pergeseran perilaku konsumen, f
Jakarta – Para pemimpin usaha di Indonesia kini dihadapkan pada berbagai dinamika yang menuntut adaptasi cepat, mulai dari perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI), pergeseran perilaku konsumen, fluktuasi pasar, hingga ketidakpastian geopolitik dan regulasi. Alih-alih dipandang sebagai hambatan, kondisi-kondisi ini justru membuka celah peluang baru yang signifikan bagi pelaku pasar yang jeli.
Pengusaha sekaligus mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, menekankan bahwa potensi bisnis tidak pernah padam meskipun ekonomi global tengah dibayangi tantangan. Dalam sebuah forum diskusi bertajuk CORIM+ Conversation, Sandiaga mengidentifikasi beberapa sektor unggulan yang diprediksi akan menjadi mesin pertumbuhan masa depan Indonesia.
"Kesempatan itu ada di setiap tikungan. Saat ekonomi ada penurunan, pasti ada opportunity. Ke depan mungkin di bidang AI dan digital economy, green economy, serta wellness economy," ujar Sandiaga dalam keterangan yang diterima Terdepan.id, Sabtu (13/6/2026).
Pernyataan tersebut menegaskan keyakinan bahwa ekonomi digital berbasis kecerdasan buatan tidak lagi sekadar konsep futuristik, melainkan telah menjadi fondasi baru dalam menjalankan usaha. Kemampuan AI dalam mengotomatisasi proses, menganalisis data konsumen secara mendalam, serta meningkatkan efisiensi operasional dinilai sebagai keunggulan kompetitif yang tak bisa diabaikan oleh perusahaan lokal.
Selain AI dan ekonomi digital, Sandiaga turut menyoroti potensi ekonomi hijau (green economy) sebagai respons terhadap meningkatnya kesadaran global akan keberlanjutan. Sektor ini mencakup energi terbarukan, manufaktur ramah lingkungan, hingga praktik bisnis berkelanjutan yang kini kian diminati investor maupun konsumen. Di sisi lain, wellness economy atau ekonomi kebugaran juga mencuat sebagai tren yang menjanjikan, seiring dengan meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kesehatan fisik dan mental pasca-pandemi, meliputi industri pariwisata kebugaran, makanan sehat, hingga teknologi pelacak kesehatan.
Para pelaku usaha yang hadir dalam diskusi tersebut sepakat bahwa transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mutlak. Integrasi AI dalam rantai pasok, pemasaran, dan layanan pelanggan diyakini dapat menjadi katalis utama dalam mendongkrak daya saing bisnis nasional di tengah ketidakpastian global. Meski disrupsi teknologi kerap memunculkan kekhawatiran, optimisme terhadap kemampuan adaptasi dan inovasi menjadi benang merah yang menguatkan langkah pengusaha Tanah Air menuju era baru perekonomian.
Comments (0)