SMAN 3 Rangkasbitung Dianggap Terlalu Sempit, Pemprov Banten Bakal Relokasi

Lebak, Terdepan.id – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Rangkasbitung di Kabupaten Lebak menghadapi persoalan serius terkait keterbatasan lahan. Kondisi ini dianggap telah menghambat pengembang

Jul 08, 2026 - 05:48
0 0
SMAN 3 Rangkasbitung Dianggap Terlalu Sempit, Pemprov Banten Bakal Relokasi

Lebak, Terdepan.id – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Rangkasbitung di Kabupaten Lebak menghadapi persoalan serius terkait keterbatasan lahan. Kondisi ini dianggap telah menghambat pengembangan dan pemenuhan sarana dasar bagi para siswa. Menanggapi situasi tersebut, Pemerintah Provinsi Banten berencana untuk memindahkan atau merelokasi sekolah ke lokasi yang lebih layak dan lebih luas.

Hal tersebut terungkap dalam laporan yang kami himpun dari lingkungan sekolah. Minimnya area terbuka dan fasilitas dasar menjadi kendala klasik yang terus dirasakan. Salah satu dampak paling nyata adalah tidak tersedianya lapangan sebagai sarana pendukung aktivitas siswa. Lapangan berfungsi sebagai ruang serbaguna untuk upacara, olahraga, hingga ekstrakurikuler. Ketiadaan fasilitas ini memaksa pihak sekolah dan siswa untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar yang tidak selalu representatif bagi proses pendidikan.

Dalam keseharian, warga SMAN 3 Rangkasbitung kerap memanfaatkan ruang publik di sekitar lingkungan sekolah. Alun-alun Rangkasbitung dan kawasan Museum Multatuli menjadi alternatif utama saat sekolah menggelar kegiatan yang membutuhkan ruang lebih luas, seperti praktik olahraga, pentas seni, atau acara bersama lainnya. Ketergantungan pada fasilitas umum ini menimbulkan tantangan tersendiri, terutama menyangkut koordinasi jadwal dan keamanan siswa selama berada di luar area sekolah.

"Kalau hujan, halaman sekolah banjir. Air masuk ke sekolah karena saluran air tertutup akibat jalan yang ditinggikan," jelas Kepala Sekolah SMAN 3 Rangkasbitung, Reri Yoseline, dalam keterangannya kepada Terdepan.id, Senin (22/6/2026).

Persoalan tidak hanya berhenti pada sempitnya lahan. Kondisi drainase yang buruk menyebabkan banjir saat hujan turun. Genangan air merendam halaman dan masuk ke area sekolah sehingga mengganggu kenyamanan belajar. Penyempitan dan tertutupnya saluran air akibat peningkatan atau pembangunan jalan di sekitar menjadi pemicu utama. Air yang seharusnya mengalir dengan lancar justru meluap dan mencari titik rendah, yaitu halaman sekolah. Masalah ini mempertegas urgensi untuk segera mewujudkan rencana relokasi agar para siswa dapat belajar dalam lingkungan yang aman dan kondusif.

Rencana Pemerintah Provinsi Banten untuk merelokasi sekolah ini diharapkan menjadi solusi permanen. Dengan lahan baru yang lebih memadai, pihak sekolah dapat membangun fasilitas yang selama ini belum terpenuhi, seperti lapangan, ruang ekstrakurikuler, dan sistem drainase yang baik. Dukungan dari pemerintah daerah dan pusat sangat dinantikan agar proses perpindahan ini segera terwujud tanpa mengorbankan kualitas pembelajaran siswa. Meski demikian, belum ada informasi detail mengenai lokasi baru maupun timeline pasti dari proyek relokasi tersebut. Masyarakat dan warga sekolah menunggu langkah konkret dari otoritas terkait untuk menuntaskan persoalan ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
suwandi-tan

Editor Bisnis. Editor isu korporasi, M&A, dan sektor riil.

Comments (0)

User