Transformasi Pendidikan Polri Menuju 2027: Kurikulum Berbasis AI, Big Data, dan HAM

Semarang - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tengah merancang sebuah lompatan besar dalam sistem pendidikannya. Wakil Kepala Kepolisian RI (Wakapolri) Komisaris Jenderal Dedi Prasetyo meng

Jul 07, 2026 - 22:58
0 0
Transformasi Pendidikan Polri Menuju 2027: Kurikulum Berbasis AI, Big Data, dan HAM

Semarang - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tengah merancang sebuah lompatan besar dalam sistem pendidikannya. Wakil Kepala Kepolisian RI (Wakapolri) Komisaris Jenderal Dedi Prasetyo mengonfirmasi bahwa institusinya sedang mendesain ulang kurikulum pendidikan yang akan mulai diterapkan secara penuh pada tahun 2027. Pengumuman ini menandai babak baru dalam upaya Polri mencetak sumber daya manusia (SDM) yang lebih profesional dan adaptif terhadap tantangan era digital.

Berdasarkan laporan yang dihimpun Terdepan.id, pernyataan tersebut disampaikan Komjen Dedi di sela-sela kegiatan Analisis dan Evaluasi (Anev) Pendidikan dan Pelatihan Semester I Tahun 2026 di Akademi Kepolisian (Akpol), Semarang. Dalam kesempatan yang sama, ia juga meresmikan Kelas Tematik Akpol serta Laboratorium Sosial Sains Kepolisian sebagai bagian dari persiapan transformasi ini.

Perpaduan Teknologi Mutakhir dan Penghormatan HAM

Kurikulum baru yang diusung Polri tidak hanya berfokus pada kemampuan tradisional kepolisian, melainkan menyentuh aspek teknologi mutakhir. Komjen Dedi menekankan bahwa desain pendidikan modern ini akan bertumpu pada tiga pilar utama, yaitu kecerdasan buatan (AI), analisis big data, serta penegakan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia (HAM). Langkah ini diambil untuk memastikan para perwira dan bintara Polri mampu membaca dinamika sosial dan kejahatan yang semakin kompleks.

"Anev Semester I ini menjadi titik awal penyusunan desain baru sistem pendidikan Polri. Kami ingin mencetak SDM yang profesional, adaptif, dan berintegritas sesuai amanat undang-undang," ujar Komjen Dedi kepada awak media di Semarang, sebagaimana dikutip Terdepan.id.

Dengan memasukkan modul AI dan big data, Polri berharap setiap personelnya tidak hanya andal di lapangan, tetapi juga mampu melakukan predictive policing atau pemolisian prediktif. Hal ini memungkinkan pencegahan kriminalitas berbasis data yang akurat. Di sisi lain, penekanan pada HAM menjadi fondasi etika yang memastikan pendekatan teknologi tetap humanis dan menghormati hak-hak sipil masyarakat.

Dari Anev Semester I ke Cetak Biru 2027

Kegiatan Anev Pendidikan dan Pelatihan Semester I Tahun 2026 ini menjadi fondasi strategis sekaligus ajang evaluasi menyeluruh terhadap proses pembelajaran yang berjalan. Komjen Dedi menjelaskan bahwa berbagai masukan dan analisis dari forum tersebut akan langsung dituangkan ke dalam cetak biru desain kurikulum. Peresmian Kelas Tematik Akpol dan Laboratorium Sosial Sains Kepolisian juga menjadi bukti konkret bahwa Polri mulai menyiapkan infrastruktur penunjang modern.

Laboratorium baru ini akan berfungsi sebagai pusat riset dan simulasi, menggabungkan ilmu sosial dengan teknologi sains kepolisian. Di sana, para taruna Akpol dapat mengasah kemampuan analisis data kejahatan, mempelajari pola kejahatan siber, serta melakukan riset perilaku sosial masyarakat. Diharapkan, pada tahun 2027 nanti, lulusan Polri benar-benar siap menjadi polisi digital yang unggul secara teknis namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai kemanusiaan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lidia-susanto

Editor Ekonomi Digital. Editor transformasi digital dan ekonomi digital.

Comments (0)

User