Terkuak Peran 287 WNA di Markas Judol Hayam Wuruk: Tim IT, Operator, hingga Trainee

Jakarta, Terdepan.id – Bareskrim Polri mengungkap struktur peran yang sangat terorganisasi dari 287 warga negara asing (WNA) yang ditetapkan sebagai tersangka dalam penggerebekan markas judi onli

Jul 06, 2026 - 13:42
0 0
Terkuak Peran 287 WNA di Markas Judol Hayam Wuruk: Tim IT, Operator, hingga Trainee

Jakarta, Terdepan.id – Bareskrim Polri mengungkap struktur peran yang sangat terorganisasi dari 287 warga negara asing (WNA) yang ditetapkan sebagai tersangka dalam penggerebekan markas judi online berskala besar di Gedung Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta Barat. Selain bertugas sebagai operator inti, puluhan orang di antaranya diketahui merupakan tenaga IT profesional, sementara sebagian lainnya masih dalam masa pelatihan untuk menguasai sistem ilegal tersebut.

Penangkapan massal ini bermula dari operasi yang dilakukan pada Mei 2026, di mana petugas sempat mengamankan total 321 orang WNA. Setelah melalui proses penyidikan dan pemeriksaan maraton, sebanyak 34 orang dilepas karena peran yang sangat minim atau tidak cukupnya alat bukti. Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Wira Satya Triputra, menyatakan bahwa 287 orang lainnya resmi dijerat sebagai tersangka.

Struktur Peran: dari Ahli IT hingga Peserta Pelatihan

Berdasarkan hasil pendalaman, para tersangka tidak sekadar menjadi operator yang melayani pemain judi secara daring. Mereka terbagi ke dalam divisi yang rapi layaknya sebuah perusahaan teknologi. Tim IT bertanggung jawab penuh atas pengembangan, pemeliharaan server, dan keamanan platform judi agar tidak mudah diblokir otoritas Indonesia. Sementara itu, divisi operasional menangani transaksi deposit, layanan pelanggan, serta memantau kelancaran permainan judi secara real-time. Fakta mengejutkan terungkap bahwa jaringan ini juga tengah mempersiapkan regenerasi: puluhan orang yang baru direkrut sedang menjalani pelatihan intensif. Mereka digembleng untuk memahami sistem manajemen situs, teknik pemasaran ilegal, dan strategi menghindari jeratan hukum sebelum diterjunkan penuh ke dalam jaringan.

“Adapun rinciannya terdiri dari 76 warga negara China, tiga warga negara Laos, dua warga negara Malaysia, 15 warga negara Myanmar, kemudian 6 warga negara Thailand, dan 185 warga negara Vietnam,” ujar Brigjen Wira Satya Triputra dalam konferensi pers di gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (26/6/2026).

Dominasi jumlah tersangka asal Vietnam mencapai 185 orang menunjukkan bahwa perekrutan anggota sindikat ini menyasar negara-negara tertentu yang dianggap potensial. Penyidik kini semakin mengerucutkan dugaan bahwa operasi tersebut dikendalikan dari luar negeri oleh otak jaringan yang lebih besar. Penelusuran terhadap aliran dana serta komunikasi para tersangka terus dikembangkan guna membongkar aktor intelektual di balik layar.

Pengungkapan markas di Hayam Wuruk ini menjadi salah satu penanganan judi online lintas negara terbesar yang dilakukan Bareskrim sepanjang tahun 2026. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak tergiur dengan tawaran penghasilan cepat dari aktivitas ilegal serupa, mengingat selain terancam pidana berat, judi online terbukti menimbulkan kehancuran ekonomi dan sosial secara luas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
grace-winata

Editor Investasi. Editor panduan investasi dan produk finansial.

Comments (0)

User