Senat AS Sahkan Resolusi Setop Perang Iran, Trump Marah-marah!

Washington DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menunjukkan kemarahannya setelah Senat AS meloloskan resolusi yang menyerukan penghentian perang terhadap Iran. Trump secara khusus mengec

Jul 08, 2026 - 05:41
0 0
Senat AS Sahkan Resolusi Setop Perang Iran, Trump Marah-marah!

Washington DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menunjukkan kemarahannya setelah Senat AS meloloskan resolusi yang menyerukan penghentian perang terhadap Iran. Trump secara khusus mengecam sejumlah Senator dari Partai Republik yang memilih mendukung resolusi tersebut bersama para Senator dari Partai Demokrat.

Menurut laporan Terdepan.id pada Rabu (24/6/2025), Trump menyebut resolusi simbolis itu disahkan pada momen yang sangat tidak tepat. Ia menilai langkah Senat justru melemahkan posisi tawar AS di saat Iran sedang dalam kondisi terjepit.

"Jadi saya telah membuat Iran 'terpojok', siap untuk jatuh, bersedia memberikan kita hampir apa pun, dan untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, sangat menghormati Amerika Serikat dan presidennya, SAYA, dan Senat AS memutuskan untuk mengadakan pemungutan suara UU Kekuatan Perang pada waktu yang tidak tepat dan tidak berarti,"

Pernyataan pedas Trump tersebut disampaikan melalui akun media sosial Truth Social miliknya. Resolusi yang dikenal dengan nama "UU Kekuatan Perang" itu berhasil diloloskan oleh Senat AS dengan perolehan 50 suara mendukung dan 48 suara menolak, menunjukkan perbedaan tipis yang mencolok antara kubu yang ingin mengakhiri konflik dan yang mendukung kebijakan presiden.

Pengesahan resolusi ini menjadi pukulan politik bagi Trump yang selama ini menerapkan kebijakan tekanan maksimum terhadap Iran. Trump mengklaim bahwa strateginya telah membawa Iran ke posisi yang sangat lemah dan siap untuk tunduk pada tuntutan Washington, sebuah pencapaian yang menurutnya belum pernah terjadi dalam puluhan tahun terakhir.

Resolusi ini sendiri bersifat simbolis dan tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat. Namun, langkah Senat ini mencerminkan pergeseran sentimen di kalangan anggota parlemen AS, termasuk dari Partai Republik sendiri, yang mulai mempertanyakan arah kebijakan luar negeri Trump di Timur Tengah. Sejumlah Senator Partai Republik yang bergabung dengan Demokrat dalam mendukung resolusi tersebut menunjukkan adanya keretakan internal di tubuh partai penguasa terkait isu perang dan perdamaian.

Bagi Trump, pemungutan suara ini terjadi di saat yang kritis, ketika ia mengklaim telah menempatkan Iran pada posisi negosiasi yang menguntungkan bagi Amerika Serikat. Kemarahannya di platform media sosial menunjukkan betapa seriusnya ia memandang resolusi ini sebagai bentuk pembangkangan politik yang dapat merusak strateginya terhadap Teheran.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
grace-winata

Editor Investasi. Editor panduan investasi dan produk finansial.

Comments (0)

User