Satgas PRR Dorong Realisasi Anggaran Berdampak Langsung bagi Korban Bencana Sumatera
JAKARTA — Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera menekankan bahwa realisasi Anggaran Belanja Tambahan (ABT) Tahun Anggaran 2026 harus memberikan da
JAKARTA — Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera menekankan bahwa realisasi Anggaran Belanja Tambahan (ABT) Tahun Anggaran 2026 harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hal ini disampaikan menyusul mulai disalurkannya ABT 2026 kepada sejumlah kementerian dan lembaga terkait.
Kepala Posko Nasional Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Irjen Wahyu Bintono Hari Bawono, dalam keterangan yang diterima media kami, Rabu (12/3), menegaskan bahwa saat ini merupakan fase implementasi Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera 2026-2028. Ia meminta seluruh instansi penerima anggaran segera merealisasikan program yang telah direncanakan.
"Percepatan realisasi anggaran bukan sekadar memenuhi target penyerapan, tetapi menjadi langkah nyata untuk mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat. Seluruh kementerian dan lembaga harus memprioritaskan pelaksanaan kegiatan yang telah memperoleh dukungan anggaran agar proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan terukur," ujar Wahyu.
Penyaluran ABT 2026 ini diharapkan mampu mengakselerasi pelaksanaan program pemulihan permanen pascabencana di tiga provinsi tersebut. Satgas PRR terus melakukan pemantauan agar setiap rupiah yang digelontorkan benar-benar sampai dan bermanfaat bagi para korban bencana yang hingga kini masih dalam proses pemulihan.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, sejumlah program prioritas yang akan direalisasikan mencakup pembangunan kembali infrastruktur dasar, hunian tetap bagi warga terdampak, serta pemulihan sektor ekonomi dan sosial kemasyarakatan. Satgas PRR menekankan pentingnya sinergi antar kementerian dan lembaga agar tidak terjadi tumpang tindih program di lapangan.
Wahyu menambahkan, pihaknya akan melakukan evaluasi berkala terhadap progres realisasi anggaran di masing-masing K/L penerima. "Kami ingin memastikan bahwa percepatan ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Jangan sampai anggaran sudah terserap, tetapi dampaknya tidak signifikan di lapangan," tegasnya.
Comments (0)