PM India di DPR: Selamat Siang
Jakarta, Terdepan.id – Perdana Menteri India Narendra Modi membuka pidato kenegaraannya di hadapan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dengan sapaan hangat dalam bahasa Indonesia: "Selamat siang.
Jakarta, Terdepan.id – Perdana Menteri India Narendra Modi membuka pidato kenegaraannya di hadapan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dengan sapaan hangat dalam bahasa Indonesia: "Selamat siang." Momen tersebut langsung disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin yang memenuhi Ruang Nusantara IV, kompleks DPR/MPR/DPD RI, Senayan, Jakarta, Selasa (7/7/2026). Kunjungan ini menandai babak baru dalam hubungan bilateral kedua negara yang telah berlangsung lebih dari tujuh dekade.
Berdasarkan laporan Terdepan.id, PM Modi tiba di gedung parlemen sekitar pukul 14.00 WIB dan disambut oleh Ketua DPR serta sejumlah pimpinan dewan. Setelah menandatangani buku tamu kenegaraan, Modi memasuki ruang sidang yang telah dipersiapkan khusus untuk menerima pemimpin negara sahabat tersebut. Suasana berubah hening seketika ketika Modi berdiri di podium, sebelum akhirnya ia melemparkan senyum dan mengucapkan salam yang fasih dalam bahasa Indonesia.
"Selamat siang," kata Modi.
Ucapan sederhana itu menjadi simbol kedekatan personal Modi dengan Indonesia—negara yang pernah ia kunjungi saat masih menjabat sebagai Ketua Menteri Gujarat. "Indonesia bukan sekadar mitra, melainkan saudara bagi India. Kita terhubung oleh sejarah, budaya, dan nilai-nilai demokrasi yang sama," ujarnya dalam pidato berdurasi sekitar 25 menit tersebut. Modi juga menyampaikan apresiasinya atas sambutan luar biasa dari pemerintah dan rakyat Indonesia, serta menegaskan komitmen India untuk memperkuat kemitraan strategis di berbagai sektor.
Pidato Bersejarah dan Komitmen Strategis
Dalam pidatonya, Perdana Menteri Modi menyoroti potensi kerja sama ekonomi yang masih terbuka lebar antara dua negara dengan total populasi lebih dari 1,7 miliar jiwa ini. Ia mengumumkan peningkatan investasi India di bidang infrastruktur digital, energi terbarukan, dan konektivitas maritim. Modi juga mengajak parlemen Indonesia untuk mendorong percepatan penyelesaian perundingan perdagangan bilateral yang telah berlangsung. "Kita harus memastikan bahwa perdagangan kita tidak hanya tumbuh secara volume, tetapi juga berkualitas dan saling menguntungkan," katanya.
Kunjungan ini juga diisi dengan pertemuan bilateral antara PM Modi dan Presiden Indonesia di Istana Merdeka yang membahas isu-isu kawasan, termasuk stabilitas Indo-Pasifik dan kerja sama G20. Sejumlah nota kesepahaman (MoU) di bidang kesehatan, teknologi informasi, dan pertahanan turut ditandatangani. Pihak DPR sendiri menyelenggarakan jamuan makan siang resmi untuk Modi dan delegasinya, yang dihadiri oleh para duta besar negara sahabat, tokoh masyarakat, dan pemimpin bisnis.
Ketua DPR dalam sambutannya menekankan bahwa kunjungan PM Modi menjadi momentum bersejarah, mengingat terakhir kali seorang Perdana Menteri India berpidato di gedung parlemen Indonesia terjadi beberapa dekade lalu. "Kita berharap persahabatan ini terus membawa kemakmuran bagi kedua bangsa," ujarnya. Sementara itu, sejumlah anggota dewan mengaku terkesan dengan kemampuan Modi yang menghubungkan narasi sejarah maritim Nusantara dengan visi Indo-Pasifik masa depan.
Agenda PM Modi di Jakarta akan berlanjut hingga Rabu (8/7/2026) dengan dijadwalkannya pertemuan dengan komunitas diaspora India serta forum bisnis bersama. Terdepan.id akan terus memantau perkembangan kunjungan kenegaraan ini.
Comments (0)